Arus Publik

Populasi Pesut Mahakam Menyusut, RASI Catat Penurunan dari 80 Ekor di 2014 Kini Tersisa Hanya 60 Ekor!

Kamis, 2 Oktober 2025 13:16

PESUT MAHAKAM - Pesut Mahakam terlihat di antara Muara Muntai-Batuq, di dalam kawasan konservasi perairan Mahakam wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara/IST Yayasan RASI

“Bangkai kalau ketemu langsung kita bawa ke lap, uji lab, necropsi dan kelihatan permasalahannya apa aja sih pesut sampai kami menemukan mikroplastik di dalam tubuh itu,” tambahnya.

Menurutnya, upaya mitigasi dilakukan melalui empat pointer rencana aksi yakni, mengurangi kematian akibat jaring dan tabrakan, memperbaiki habitat dari polusi, mengurangi kebisingan di bawah air, serta mengedukasi masyarakat untuk beralih ke aktivitas ekonomi ramah lingkungan.

RASI menekankan perlunya pengawasan terhadap praktik ilegal seperti penyetruman dan racun, meskipun pihaknya bukan penegak hukum.

Reproduksi Pesut yang Lambat

Reproduksi pesut yang lambat menjadi faktor tambahan penyusutan populasi.

Satu betina baru dapat berkembang biak pada usia 8-9 tahun, dengan jarak kelahiran rata-rata 3,5 tahun.

“Kalau anaknya hidup, baru setelah 3,5-4 tahun lambat itu mereka baru punya anak berikutnya karena dia lama ikutin, dia disusuin dan biasanya ada satu kelompok betina yang semua ikut mengawasi. Bahkan pimpinan nya juga betina memang yang paling nenek biasanya itu yang menunjuk jalan,” jelas Danielle.

Upaya penangkaran atau breeding di kolam buatan dianggap tidak efektif.

Pesut adalah hewan sosial dengan kecerdasan tinggi dan membutuhkan habitat alami serta interaksi kelompok.

“Kalau di Mahakam kan dia punya kehidupan, dia mau ke mana, dia bisa makan ikan apa saja. Kalau di kolam cuma diberi ikan mati, itu sebetulnya penyiksaan,” tegasnya.

 

Gangguan Habitat dan Lalu Lintas Sungai

Lalu lintas kapal yang padat juga menjadi sumber stres bagi pesut.

Tag

MORE