ARUSBAWAH.CO - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur mulai memberi sinyal mengusung kader sendiri pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2029.
Bukan tanpa alasan, perolehan dua kursi eksekutif pada Pilkada 2024 serta enam kursi DPRD Kaltim hasil Pileg 2024 lalu, menjadi modal kuat bagi partai berlambang sembilan bintang itu untuk mengirimkan kadernya bertarung pada Pilgub 2029 mendatang.
Ditambah lagi, perolehan kursi Wakil Ketua DPRD Kaltim serta keberhasilan kader PKB Kaltim untuk pertama kalinya melenggang ke Senayan semakin menambah kepercayaan diri partai tersebut.
Salah satu nama kader PKB yang digadang-gadang menjadi jagoan PKB di Pilgub 2029 adalah Fahmi Fadli yang kini menjabat sebagai Bupati Paser.
Sinyal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPW PKB Kaltim, Yenni Eviliana, saat berbincang dengan redaksi Arusbawah.co, Sabtu (4/4/2026).
Ia menanggapi pertanyaan mengenai peluang Fahmi Fadli maju sebagai calon gubernur.
“Kalau itu kan kita enggak tahu ya. Seperti saya lah, enggak pernah mimpi jadi pimpinan, tiba-tiba jadi pimpinan, jadi wakil ketua,” ujar Yenni.
Menurutnya, dalam politik, mimpi dan target merupakan bagian dari perjalanan hidup. Namun ia menilai, sesuatu yang terlalu dikejar justru belum tentu menghasilkan capaian maksimal.
“Karena segala sesuatu kalau yang dikejar itu malah hasilnya tidak maksimal. Dibiarin jalan saja seperti air mengalir. Apapun hasilnya itu sudah di ujung,” katanya.
Meski demikian, Yenni mengakui bahwa memiliki mimpi dan target tetap penting dalam perjalanan politik.
“Mimpi itu kan bagian dari perjalanan hidup,” tambahnya.
Fahmi Fadli sendiri merupakan kader PKB yang saat ini menjabat Bupati Paser periode 2024–2029, setelah sebelumnya memimpin daerah tersebut pada periode 2021–2024. Pengalamannya di eksekutif dinilai menjadi salah satu modal jika PKB benar-benar mengusung kader internal pada Pilgub mendatang.
Bidik Lebih Banyak Kursi Eksekutif di 2029
Selain memunculkan figur untuk Pilgub, PKB Kaltim juga mulai memetakan target posisi eksekutif di tingkat kabupaten/kota. Yenni mengungkapkan partainya menargetkan tiga hingga empat posisi kepala atau wakil kepala daerah pada Pemilu 2029.
Saat ini, PKB memiliki dua kader yang menduduki jabatan eksekutif, yakni Fahmi Fadli sebagai Bupati Paser dan Suhuk sebagai Wakil Bupati Mahakam Ulu.
“Kalau lima kayaknya terlalu jumawa. Tapi kalau tiga sampai empat mungkin ada posisi wakil. Tapi kalau untuk yang nomor satunya dua sampai empat itu sudah luar biasa,” kata Yenni, Jumat (27/3/2026).
Ia menegaskan, target tersebut disertai upaya konsolidasi internal melalui pembentukan “tim lima” untuk menyusun kepengurusan DPC kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat mesin partai menghadapi kontestasi politik 2029.
Menurut Yenni, mimpi politik bukan sesuatu yang keliru selama diiringi kerja nyata.
“Tidak ada yang salah dengan mimpi. Yang salah itu pada saat punya mimpi tapi tidak dikerjakan. Tapi kalau punya mimpi dikerjain, tidak ada yang salah. Siapa tahu dari salah satu mimpi itu bisa kejadian,” tegasnya.
Ancang-ancang PKB Usung Kader Sendiri
Sinyal tersebut sejalan dengan pernyataan Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, yang sebelumnya menegaskan partainya tidak akan kembali mengusung pasangan Rudy Mas'ud dan Seno Aji pada Pilgub 2029.
Syafruddin menyebut PKB akan menyiapkan kader sendiri yang telah berpengalaman di eksekutif.
“Yang pasti kami sudah punya kader sendiri. Sudah malang melintang di eksekutif. Itu yang akan kami dorong,” ujarnya.
Target peningkatan posisi eksekutif yang disampaikan Yenni Eviliana juga selaras dengan arah baru PKB Kaltim yang mulai berani memasang target ambisius di tingkat legislatif.
Salah satunya adalah target meraih 11 kursi DPRD Kaltim pada Pemilu 2029.
Target tersebut pertama kali digaungkan dalam Musyawarah Wilayah PKB Kalimantan Timur 2025 yang digelar di Hotel Grand Senyiur Balikpapan pada 8 Desember 2025.
Dalam forum tersebut, Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin yang akrab disapa Udin, menyampaikan target baru bagi partainya.
“PKB Kaltim menargetkan 11 kursi di DPRD Kaltim pada 2029. Ini bukan target mudah, tetapi dengan tekad dan ikhtiar yang kuat, kami yakin bisa mencapainya,” ujarnya, 8 Desember 2025 lalu.
Rekam Jejak Elektoral PKB Kaltim
Jika melihat rekam jejak elektoral, target tersebut memang terbilang ambisius, namun memiliki tren peningkatan yang cukup signifikan.
Pada Pemilu 2019, PKB berada di jajaran bawah dengan total sekitar 78.000 suara. Saat itu, perolehan PKB masih berada di bawah sejumlah partai menengah seperti PKS, NasDem, Demokrat, hingga PPP dan PAN.
Dari hasil Pemilu 2019, PKB memperoleh lima kursi di DPRD Kaltim periode 2019–2024.
Lima tahun kemudian, peta politik berubah cukup drastis.
Pada Pemilu 2024, PKB meraih 143.852 suara atau meningkat sekitar 84,43 persen dibandingkan Pemilu 2019. Peningkatan tersebut membuat PKB mengamankan enam kursi DPRD Kaltim.
Kenaikan suara tersebut menempatkan PKB sebagai salah satu partai dengan lonjakan perolehan suara tertinggi di Kaltim.
Selain itu, Pemilu 2024 juga mencatatkan sejarah baru bagi PKB Kaltim setelah Syafruddin berhasil melenggang ke DPR RI periode 2024–2029. Capaian tersebut menjadi kali pertama kader PKB dari Kaltim duduk di Senayan.
Dengan representasi yang kini telah mencakup tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga DPR RI, PKB Kaltim dinilai memiliki modal politik untuk meningkatkan target, baik di legislatif maupun eksekutif. (raf)
- PKB Tolak Pembatasan Usulan Pokir DPRD Kaltim, Yenni Eviliana: 'Bukan Sekadar Program Anggota, tapi Suara Warga'
- Yenni Eviliana Kritik Komunikasi Pemprov, DPRD Tak Dilibatkan Pergantian Dirut Bankaltimtara
- Rudy Mas’ud Rombak Total Direksi Bankaltimtara! Tak Hanya Yamin, Eny Rochaida, Yenny Israwati, dan Siti Aisyah Juga Mau Diganti




