Arus Publik

Perumda Tirta Kencana Samarinda

Perumdam Tirta Kencana Prioritaskan Optimalisasi Kapasitas Produksi IPA, Tunda Pembangunan Baru

Salah satu IPA milik Perumdam Tirta Kencana/IST

ARUSBAWAH.CO -  Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda memilih tidak membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru pada 2026.

Sebagai gantinya, perusahaan akan memaksimalkan kapasitas IPA yang telah beroperasi dan memperbaiki sejumlah fasilitas yang dinilai belum optimal.

Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Kaharuddin, mengatakan kebijakan tersebut diambil karena pada tahun sebelumnya sebagian besar anggaran perusahaan telah difokuskan untuk pembangunan instalasi pengolahan air.

Tahun ini, perhatian perusahaan bergeser pada upaya mengoptimalkan aset yang telah dimiliki.

"Tahun 2025 itu banyak lari ke pembangunan IPA. Kalau di 2026 mungkin enggak ada. Tinggal mengoptimalkan yang ada dan memperbaiki kerusakan-kerusakan di IPA yang lama," ujar Kaharuddin, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, langkah tersebut dinilai lebih efektif dibanding membangun instalasi baru.

Sebab, masih terdapat sejumlah IPA yang kapasitas produksinya belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga perlu dioptimalkan terlebih dahulu sebelum menambah fasilitas baru.

"Kita optimalkan yang idle tadi. Karena masih banyak yang sepertinya belum keluar semua produksinya," katanya.

Ia menjelaskan, optimalisasi dilakukan dengan meningkatkan kinerja instalasi yang ada sekaligus memperbaiki berbagai kerusakan pada fasilitas lama.

Dengan demikian, kapasitas produksi air bersih diharapkan meningkat tanpa harus mengeluarkan investasi besar untuk pembangunan IPA baru.

Meski tidak membangun IPA baru, Perumdam memastikan pengembangan layanan kepada masyarakat tetap berjalan. Salah satunya melalui pembangunan jaringan perpipaan yang tetap dianggarkan pada tahun ini.

"Kalau penambahan pipa di tahun ini ada," ucapnya.

Kaharuddin juga menepis anggapan bahwa pembangunan jaringan perpipaan sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah.

Menurutnya, Perumdam setiap tahun tetap mengalokasikan anggaran internal untuk memperluas jaringan distribusi dan menambah sambungan pelanggan.

"Setiap tahun kita ada. Kita susun target sekian panjang pipa. Jadi kita enggak mungkin hanya mengharapkan dari pemerintah semua," tegasnya.

Selain mengoptimalkan IPA, perusahaan juga tengah menggenjot pengembangan jaringan di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Palaran.

Kawasan tersebut menjadi prioritas karena masih terdapat masyarakat yang belum menikmati layanan air bersih perpipaan.

"Palaran tahun ini kita upayakan tuntaskan. Ada bantuan dari pemerintah pusat. Dari kota juga ada, dari provinsi juga ada. Jadi hampir 70 persen bantuan yang masuk tahun ini Palaran semua," ungkap Kaharuddin.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan jaringan pipa utama dan sekunder yang ditargetkan mampu melayani sekitar 3.500 calon pelanggan baru.

"Targetnya kemarin sudah 3.500 calon pelanggan. Sudah jalan, ini sudah lelang di pusat," katanya.

Ia menambahkan, secara keseluruhan cakupan pelayanan Perumdam Tirta Kencana saat ini telah mencapai sekitar 85 persen.

Sementara itu, wilayah yang belum terlayani umumnya berada di kawasan pinggiran dengan kondisi geografis yang memerlukan investasi jaringan perpipaan lebih besar.

"Kalau berdasarkan hitungan kita, cakupan layanannya sekitar 85 persen. Yang belum tersalurkan kebanyakan di daerah-daerah ujung," ujarnya.

Menurut Kaharuddin, optimalisasi IPA yang sudah ada diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi air bersih sekaligus mendukung perluasan jaringan distribusi.

Dengan strategi tersebut, Perumdam berharap pelayanan kepada masyarakat dapat terus meningkat tanpa harus membangun instalasi pengolahan baru pada tahun ini. (sobizz/raf)

 

Tag

MORE