“Kami tetap berkontribusi terhadap PAD. Peningkatan biaya operasional, pengolahan air, serta perbaikan infrastruktur berdampak sementara terhadap pendapatan, namun ini bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kinerja perusahaan,” jelasnya.
Selain itu, sejumlah kendala masih dihadapi, seperti keterbatasan kapasitas produksi air bersih dibandingkan pertumbuhan kebutuhan masyarakat serta kondisi jaringan perpipaan yang sebagian telah berumur.
“Beberapa kendala utama antara lain keterbatasan kapasitas produksi air bersih, kondisi jaringan perpipaan yang telah berumur, serta tingkat kehilangan air yang masih perlu ditekan,” katanya.
Saat ini kapasitas instalasi pengolahan air dinilai masih mencukupi untuk pelanggan eksisting, namun peningkatan kapasitas tetap diperlukan guna mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan.
“Ke depan kami merencanakan pengembangan instalasi pengolahan air baru serta optimalisasi fasilitas yang sudah ada,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengapresiasi kinerja Perumda Tirta Kencana yang dinilai terus menunjukkan tren positif. Ia menyebut cakupan layanan air bersih saat ini telah mencapai 84 persen dari target 100 persen.
Tag



