Arus Publik

Sobizz Goes Public

Perkuat Mutu Layanan dan Kepercayaan Publik, RSKD Bentuk Tim Komunikasi Krisis

Praktik Kerja Tim Komunikasi Krisis

Selasa, 27 Januari 2026 13:34

RUMAH SAKIT - RSKD bentuk Tim Komunikasi Krisis percepat penanganan keluhan pasien secara terintegrasi/ Foto: rsudkanujoso.kaltimprov

ARUSBAWAH.CO - Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat, RSKD membentuk Tim Komunikasi Krisis sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola komunikasi pelayanan di lingkungan rumah sakit. 

Kebijakan ini dilandasi oleh evaluasi internal bahwa persoalan komunikasi masih menjadi salah satu penyebab utama munculnya keluhan pasien dan keluarga.

Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSKD, dr. Ariesanty Irawaty Marhabang, MARS, dalam wawancara menjelaskan bahwa komunikasi yang tidak efektif berpotensi menimbulkan kesenjangan pemahaman antara petugas Kesehatan dengan pasien dan keluarga, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas layanan secara keseluruhan. 

“Dalam pelayanan kesehatan, komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi medis, tetapi bagaimana memastikan pasien dan keluarga memahami kondisi, proses, serta keputusan layanan dengan tenang dan empatik.Banyak keluhan justru berawal bukan dari tindakan medis, tetapi dari cara informasi disampaikan,” jelasnya.

Menurutnya, sebelum terbentuknya Tim Komunikasi Krisis, penanganan keluhan masih dilakukan secara parsial oleh masing-masing unit. 

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan keterlambatan respons, perbedaan narasi, hingga ketidakpastian solusi bagi pasien. 

“Oleh karena itu kami membentuk Tim Komunikasi Krisis yang bekerja secara terintegrasi dan satu pintu, sehingga setiap keluhan ditangani cepat, konsisten dan fokus pada penyelesaian masalah, bukan sekadar klarifikasi,” tambahnya.

Pelatihan dan Kompetensi Tim 

Untuk memperkuat kompetensi tim, RSKD menggandeng John Robert Powers sebagai mitra pelatihan komunikasi profesional. 

Materi pelatihan difokuskan pada penguatan kapasitas komunikasi efektif, penanganan komplain, objection handling, serta penerapan pelayanan prima yang selaras dengan kebutuhan layanan rumah sakit.

Lebih lanjut, dr. Arie (sapaan akrabnya) menegaskan bahwa pembentukan Tim Komunikasi Krisis juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keselamatan pasien dan mutu klinis.

Tag

MORE