“Kami ingin menjadikan forum ini sebagai ruang konsultasi produktif, agar pembahasan raperda bisa lebih cepat, terarah, dan sejalan dengan regulasi nasional,” ujar Ananda.
Sigit Wibowo, mewakili Banmus, menyebut kunjungan ini sebagai momentum untuk menyerap praktik terbaik dari DPRD DKI Jakarta, khususnya dalam menyusun agenda yang efisien dan menghindari jadwal kerja yang tumpang tindih.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menekankan pentingnya penetapan skala prioritas dalam Program Pembentukan Perda (Propemperda).
Ia mengingatkan bahwa daerah yang gagal memenuhi target pembahasan perda berisiko terkena pengurangan kuota regulasi di tahun berikutnya.
“Legislatif dan eksekutif harus berjalan beriringan. Mulai dari harmonisasi naskah akademik hingga kelengkapan dokumen pendukung, semua harus disiapkan secara matang,” tegas Khoirudin.
Pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam membangun kerja legislatif yang lebih solid, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta arah pembangunan daerah. (adv)
Tag



