Sementara itu, Universitas Mulawarman berada pada kelompok yang berbeda dengan peringkat dunia di kisaran 1.500 hingga 2.500 lebih, menempatkannya sebagai kampus dengan posisi menengah dalam skala internasional.
Perbedaan ini tidak lepas dari sejumlah faktor utama yang digunakan dalam penilaian lembaga ranking global.
Di antaranya adalah jumlah publikasi ilmiah internasional, tingkat sitasi penelitian, reputasi akademik di tingkat global, jaringan kolaborasi internasional, serta visibilitas digital institusi.
Dalam banyak indikator tersebut, UI dan UGM memiliki keunggulan yang lebih kuat, terutama dalam hal riset berskala internasional dan kolaborasi akademik lintas negara.
Namun, penting dicatat bahwa setiap lembaga pemeringkatan memiliki pendekatan penilaian yang berbeda-beda, sehingga hasil ranking universitas dapat bervariasi.
QS World University Rankings, misalnya, lebih menekankan reputasi akademik dan penilaian dari dunia kerja global. Times Higher Education (THE) menggabungkan aspek pengajaran, riset, dan hubungan dengan industri.
Sementara itu, Webometrics fokus pada visibilitas digital dan keterbukaan publikasi ilmiah, sedangkan EduRank menitikberatkan pada sitasi ilmiah serta dampak akademik.
Dengan perbedaan pendekatan tersebut, posisi universitas bisa berbeda antar lembaga, meskipun pola umumnya tetap menunjukkan dominasi UI dan UGM di tingkat nasional maupun global. (pra)
- Laporan CELIOS: Hanya 19,4 Juta UMKM yang Bisa Akses Pembiayaan Formal, Mayoritas Masih Kesulitan Cari Modal
- ITK Buka Prodi Baru 2026, 2 Diantaranya Hadir Perkuat Pendidikan Vokasi Maritim untuk Dukung IKN
- Soal UKT 2025 Mahasiswa GratisPol, Dasmiah: Sudah Ditransfer Seluruhnya ke Kampus
- Lengkap! Daftar 52 PIC GratisPol per Kampus di Kaltim, Mahasiswa Dipersilakan Koordinasi
Tag




