ARUSBAWAH.CO - Persaingan perguruan tinggi di Indonesia kembali menegaskan dominasi Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di level nasional.
Sementara itu, Universitas Mulawarman (Unmul) masih berada pada posisi berbeda dalam berbagai pemeringkatan internasional terbaru.
Sejumlah lembaga pemeringkatan seperti QS World University Rankings, Times Higher Education (THE), Webometrics, hingga EduRank menunjukkan pola yang relatif konsisten: UI dan UGM berada di kelompok universitas elite Indonesia, sedangkan Unmul masuk kategori kampus menengah dengan penguatan di level regional.
UI dan UGM Konsisten di Papan Atas Nasional
Dalam QS World University Rankings 2026, UI menempati peringkat dunia 189, sementara UGM berada di peringkat 224.
Di pemeringkatan lain seperti Times Higher Education (THE) World University Rankings 2025, UI berada di kelompok 801–1.000 dunia, sedangkan UGM di rentang 1.201–1.500 dunia.
Sementara itu, dalam Webometrics 2026, UGM dan UI tetap berada di posisi teratas universitas Indonesia dengan peringkat dunia yang masih masuk dalam kategori top 1.000–700 besar dunia, tergantung indikator yang digunakan.
Konsistensi ini membuat UI dan UGM kerap disebut sebagai dua poros utama pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global.
Posisi Universitas Mulawarman (Unmul)
Berbeda dengan UI dan UGM, Universitas Mulawarman (Unmul) belum masuk dalam kategori universitas dengan ranking global papan atas.
Versi EduRank 2026, Universitas Mulawarman (Unmul) masuk dalam jajaran 50 besar universitas terbaik di Indonesia.
Lebih detailnya adalah demikian:
- peringkat 2328 dunia dari 14.131 universitas
- peringkat 659 di Asia
- peringkat 45 di Indonesia
- peringkat 1 di Samarinda
Sementara itu, versi Webometrics 2026, Unmul tercatat berada pada posisi peringkat 42 di Indonesia dan 1.579 dunia.
Lembaga ini menilai universitas berdasarkan visibilitas digital, dampak akademik, serta keterbukaan publikasi ilmiah di tingkat global.
Dalam skala internasional, posisi tersebut menempatkan Unmul di kelompok universitas menengah yang masih berkembang, terutama jika dibandingkan dengan kampus-kampus besar Indonesia yang sudah masuk jajaran ratusan terbaik dunia.
Webometrics juga mencatat beberapa indikator pendukung yang menggambarkan performa Unmul secara lebih rinci.
Dari sisi dampak (Impact Rank), Universitas Mulawarman berada di peringkat 1.767 dunia, yang menunjukkan kontribusi dan pengaruh publikasi akademik kampus tersebut dalam ekosistem digital global.
Sementara itu, pada indikator keterbukaan atau Openness Rank, Unmul berada di posisi 30.350 dunia.
Indikator ini menggambarkan sejauh mana publikasi ilmiah universitas dapat diakses secara terbuka (open access), yang menjadi salah satu tantangan umum bagi banyak perguruan tinggi di Indonesia.
Dengan penjabaran peringkat darui dua versi tersebut, Unmul masuk kategori kampus regional yang kuat di wilayah Kalimantan, namun belum menembus kelompok universitas riset global seperti UI dan UGM.
Perbedaan Mencolok di Level Global
Perbandingan antara Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Mulawarman (Unmul) menunjukkan adanya perbedaan yang cukup mencolok di level global jika merujuk pada berbagai lembaga pemeringkatan internasional.
UI dan UGM secara konsisten berada di kelompok universitas dengan peringkat tertinggi di Indonesia, dengan posisi global yang berada di kisaran top 200 hingga 700 dunia, tergantung lembaga pemeringkat yang digunakan.
Sementara itu, Universitas Mulawarman berada pada kelompok yang berbeda dengan peringkat dunia di kisaran 1.500 hingga 2.500 lebih, menempatkannya sebagai kampus dengan posisi menengah dalam skala internasional.
Perbedaan ini tidak lepas dari sejumlah faktor utama yang digunakan dalam penilaian lembaga ranking global.
Di antaranya adalah jumlah publikasi ilmiah internasional, tingkat sitasi penelitian, reputasi akademik di tingkat global, jaringan kolaborasi internasional, serta visibilitas digital institusi.
Dalam banyak indikator tersebut, UI dan UGM memiliki keunggulan yang lebih kuat, terutama dalam hal riset berskala internasional dan kolaborasi akademik lintas negara.
Namun, penting dicatat bahwa setiap lembaga pemeringkatan memiliki pendekatan penilaian yang berbeda-beda, sehingga hasil ranking universitas dapat bervariasi.
QS World University Rankings, misalnya, lebih menekankan reputasi akademik dan penilaian dari dunia kerja global. Times Higher Education (THE) menggabungkan aspek pengajaran, riset, dan hubungan dengan industri.
Sementara itu, Webometrics fokus pada visibilitas digital dan keterbukaan publikasi ilmiah, sedangkan EduRank menitikberatkan pada sitasi ilmiah serta dampak akademik.
Dengan perbedaan pendekatan tersebut, posisi universitas bisa berbeda antar lembaga, meskipun pola umumnya tetap menunjukkan dominasi UI dan UGM di tingkat nasional maupun global. (pra)
- Laporan CELIOS: Hanya 19,4 Juta UMKM yang Bisa Akses Pembiayaan Formal, Mayoritas Masih Kesulitan Cari Modal
- ITK Buka Prodi Baru 2026, 2 Diantaranya Hadir Perkuat Pendidikan Vokasi Maritim untuk Dukung IKN
- Soal UKT 2025 Mahasiswa GratisPol, Dasmiah: Sudah Ditransfer Seluruhnya ke Kampus
- Lengkap! Daftar 52 PIC GratisPol per Kampus di Kaltim, Mahasiswa Dipersilakan Koordinasi




