ARUSBAWAH.CO - Upaya pencarian keadilan dan kejelasan terkait pelayanan medis yang dialami oleh pasien berinisial EW di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda akhirnya menemukan titik terang.
Pihak manajemen rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Timur (Kaltim) ini mengambil langkah cepat dengan mengundang pihak keluarga pasien untuk bertemu secara formal.
Langkah tanggap ini sengaja dilakukan oleh jajaran direksi untuk membuka ruang komunikasi yang transparan sekaligus menjelaskan duduk perkara tindakan medis yang sempat menjadi sorotan publik.
Pertemuan penting untuk meluruskan dinamika informasi ini digelar secara langsung di ruangan pimpinan tertinggi rumah sakit pada akhir pekan kemarin.
"Pertemuan keluarga Pasien EW dengan pihak RS AWS sudah terlaksana pada hari Jumat tanggal 29 Mei sekitar jam 15.00 di ruang direktur," kata Humas RSUD AWS, dr. Arysia Andhina saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Sabtu, 30 Mei 2026
Soroti Kasus Kawat Jantung Tertinggal yang Memicu Somasi
Persoalan ini sendiri mulai beredar di media sosial setelah pihak keluarga pasien melayangkan surat somasi resmi kepada manajemen RSUD AWS Samarinda.
Kasus ini bermula saat pasien EW menjalani tindakan medis berupa kateterisasi yang dilanjutkan dengan pemasangan ring jantung di RSUD AWS pada pertengahan Februari 2026 lalu.
Namun, setelah tindakan operasi selesai, pasien justru terus-menerus mengeluhkan rasa nyeri yang sangat hebat di bagian dadanya saat menjalani rutin cuci darah.
Merasa ada yang tidak beres dengan kondisi kesehatan sang ayah, pihak keluarga akhirnya mengambil keputusan cepat untuk menerbangkan pasien berobat ke salah satu rumah sakit di Singapura.
Tag



