ARUSBAWAH.CO - Anggota DPRD Kalimantan Timur, Didik Agung Eko Wahono, kembali menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-3 dengan mengangkat tema Literasi Politik untuk Kemajuan Demokrasi Daerah.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026, mulai pukul 15.30 Wita hingga selesai, bertempat di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Melalui kegiatan ini, Didik Agung menekankan pentingnya pemahaman politik bagi masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun demokrasi yang sehat dan berkualitas di daerah.
“Literasi politik bukan hanya soal memilih saat pemilu, tetapi bagaimana masyarakat memahami hak, kewajiban, serta peran mereka dalam sistem demokrasi,” ujar Didik Agung dalam kegiatan tersebut.
Hadirkan Narasumber untuk Perkuat Pemahaman Publik
Kegiatan PDD ke-3 ini menghadirkan dua narasumber, yakni Sutardi dan Picked Nur Ika Reviono, serta dipandu oleh moderator Wiwik Darmiaty.
Para narasumber memberikan pemaparan terkait pentingnya edukasi politik di tingkat masyarakat, terutama dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang.
Sutardi menyoroti bahwa rendahnya literasi politik sering kali menjadi penyebab munculnya disinformasi hingga apatisme masyarakat terhadap proses demokrasi.
Sementara itu, Picked Nur Ika Reviono menambahkan bahwa peningkatan literasi politik dapat mendorong partisipasi publik yang lebih aktif dan kritis dalam mengawal kebijakan pemerintah.
Demokrasi Berkualitas Dimulai dari Masyarakat yang Melek Politik
Didik Agung menjelaskan bahwa kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah merupakan bagian dari upaya DPRD dalam mendekatkan pemahaman politik kepada masyarakat secara langsung.
Menurutnya, demokrasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh kualitas partisipasi masyarakat.
“Kalau masyarakat paham, maka mereka tidak mudah terpengaruh isu-isu yang menyesatkan. Ini penting untuk menjaga kualitas demokrasi kita,” tegasnya.
Dorong Partisipasi Aktif di Tingkat Desa
Kegiatan yang digelar di Desa Manunggal Jaya ini juga menjadi bukti bahwa edukasi politik tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di tingkat desa.
Didik Agung berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam proses demokrasi.
“Harapannya, masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam demokrasi. Mereka harus aktif, kritis, dan terlibat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, DPRD Kaltim berharap literasi politik masyarakat terus meningkat sehingga mampu menciptakan demokrasi daerah yang lebih maju, transparan, dan partisipatif. (adv)




