Sutardi menyoroti bahwa rendahnya literasi politik sering kali menjadi penyebab munculnya disinformasi hingga apatisme masyarakat terhadap proses demokrasi.
Sementara itu, Picked Nur Ika Reviono menambahkan bahwa peningkatan literasi politik dapat mendorong partisipasi publik yang lebih aktif dan kritis dalam mengawal kebijakan pemerintah.
Demokrasi Berkualitas Dimulai dari Masyarakat yang Melek Politik
Didik Agung menjelaskan bahwa kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah merupakan bagian dari upaya DPRD dalam mendekatkan pemahaman politik kepada masyarakat secara langsung.
Menurutnya, demokrasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh kualitas partisipasi masyarakat.
“Kalau masyarakat paham, maka mereka tidak mudah terpengaruh isu-isu yang menyesatkan. Ini penting untuk menjaga kualitas demokrasi kita,” tegasnya.




