“Kalau masyarakat diajak berdialog dan diberi pemahaman, mereka akan lebih mudah menerima perubahan. Jangan sampai penataan berhenti di papan proyek,” tegasnya.
Ia juga mengaitkan pembenahan Pasar Segiri dengan program besar Pemerintah Kota Samarinda dalam menata kawasan kumuh.
Menurutnya, upaya relokasi warga bantaran sungai serta penataan zona hijau yang telah dilakukan sebelumnya merupakan langkah-langkah yang saling mendukung.
“Segiri ini bagian dari wajah kota yang harus ikut diperbaiki. Kalau kawasan ini tertata, citra kota juga akan meningkat,” tuturnya.
Lebih jauh, Maswedi berharap Pasar Segiri bisa menjadi ruang publik yang tidak hanya menjadi pusat ekonomi, tetapi juga nyaman dan ramah bagi semua warga.
“Kita ingin pasar ini bersih, tertib, dan bisa dinikmati semua kalangan, bukan sekadar tempat jual beli. Tapi tentu itu butuh waktu dan komitmen,” pungkasnya. (adv)
Tag



