ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperkuat langkah pengendalian konsumsi rokok, dengan fokus utama melindungi generasi muda dari dampak buruk yang ditimbulkan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa rokok merupakan faktor risiko utama penyebab berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti kanker, penyakit jantung, stroke, dan gangguan paru-paru kronis.
“Generasi muda adalah aset masa depan yang harus kita lindungi,” ujar Jaya dalam pertemuan peningkatan kapasitas Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan advokasi larangan iklan, promosi, serta penajaan rokok, Rabu (23/7) di Samarinda.
Data Perokok di Kaltim Masih Cukup Tinggi
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi perokok di Kalimantan Timur mencapai 27,9 persen, jauh di atas rata-rata nasional.
Namun, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat penurunan signifikan:
Tag



