“Karena kan kita masih melihat juga di situasi yang seperti ini kan,” katanya.
Longsoran Dinilai Tak Ganggu Struktur Terowongan
Rizky menegaskan kondisi longsoran yang ada saat ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap struktur utama terowongan.
Menurutnya, area longsoran berada cukup jauh dari mulut terowongan dan sebelumnya juga telah dilakukan penguatan konstruksi pada bagian tersebut.
“Yang pasti itu sih tidak sebegitu signifikan ya karena juga kita sudah menambah (struktur penguatan), sudah ada penanganan dalam mulut terowongannya juga,” ujarnya.
Ia menambahkan posisi longsoran tidak berada tepat di depan badan terowongan.
“Jadi itu jauh dari depan terowongan,” katanya.
Karena itu, pemerintah menilai kondisi lereng saat ini tidak menjadi faktor utama yang menghambat pengoperasian terowongan.
Perizinan Laik Fungsi Masih Berproses
Saat ini, Pemkot Samarinda masih menyelesaikan proses perizinan sertifikat laik fungsi (SLF) terowongan.
Rizky mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan rapat bersama Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan (BKJT) serta para tenaga ahli untuk membahas kelayakan operasional terowongan.
“Kalau terowongan sendiri sampai sejauh ini sih ini sedang dalam proses perizinan laik fungsi,” ujarnya.
Menurut dia, pembahasan terakhir difokuskan pada penyamaan persepsi antara tim perencana dan para ahli terkait kondisi terkini terowongan, termasuk soal lereng yang sempat menjadi perhatian.
“Sampai dengan hari ini kita sudah beberapa kali meeting terakhir adalah terkait persamaan persepsi antar dengan tenaga-tenaga ahli dari BKJT,” katanya.
Setelah proses tersebut selesai, tahapan berikutnya adalah penyusunan proposal pengujian sebelum dilakukan berbagai uji teknis sesuai ketentuan yang berlaku.
Tag



