Ia menambahkan bahwa peningkatan target pembangunan SPPG hingga 50 persen berpotensi memengaruhi kestabilan harga pangan di daerah.
“Kalau kebutuhan pangan naik, otomatis harga ikut naik. Kita harus memastikan harga Rp12.000 per porsi masih realistis di Balikpapan,” ungkapnya.
Selain persoalan pasokan, Muhaimin juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta fasilitas pendukung di lingkungan sekolah.
Guru kini memiliki peran tambahan untuk memastikan makanan yang dikirim dapat diterima dan dikonsumsi siswa secara tepat.
“Ada jeda waktu antara pengiriman dan jam makan. Kita butuh tempat penyimpanan yang layak agar makanan tetap higienis,” ucapnya.
Meski berbagai hambatan masih dihadapi, Pemkot Balikpapan tetap optimistis program ini bisa berjalan sesuai harapan.
“Program MBG ini sangat penting untuk pemenuhan gizi anak-anak kita. Karena itu, semua pihak harus bersinergi agar target pembangunan SPBG dan pemenuhan gizi masyarakat dapat tercapai,” jelas Muhaimin. (adv)
Tag



