“Simulasi ini menggambarkan secara nyata bagaimana koperasi bisa beroperasi dengan produktif, memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus berfungsi dalam distribusi komoditas penting,” ucap Ronny.
Koperasi ini juga diharapkan menjadi mitra strategis BUMN dan BUMD dalam menyalurkan barang kebutuhan pokok serta memberikan akses modal melalui Bank Himbara dan bank pembangunan daerah.
Dari sisi pengawasan dan pengembangan, program ini dikawal oleh Satgas Nasional yang dipimpin oleh Kemenko Perekonomian dan didukung oleh 13 kementerian serta 3 lembaga.
Di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Satgas juga telah dibentuk untuk mengawasi agar koperasi dapat beroperasi secara efektif dan produktif.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, BUMN, dan masyarakat, koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi penggerak utama ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur,” jelasnya. (adv)
Tag



