“Pembeli kasihan juga, sudah takut, padahal kita juga enggak tahu apa-apa. Kita cuma jual,” tambahnya.
- Janji Seragam Gratispol Rudy Mas’ud Tak Semua Siswa Dapat di 2025, Kadisdikbud: Boleh Pinjam Seragam Kakaknya
- Sekolah Haram Hukumnya Bisnis Jual Beli Seragam ke Siswa Baru? Kalau Koperasi......
- Disidak Wali Kota, Cek Rincian Harga Barang yang Ditawarkan SMP 8 Samarinda ke Siswa Baru! Tes Psikologi Rp 150 Ribu
Pedagang Lain Juga Terimbas Ketakutan Konsumen
Burhan, pedagang lain di lokasi yang sama, mengaku sudah mendengar kabar soal 21 merek beras yang diduga oplosan.
Namun ia hanya tahu dari grup WhatsApp keluarga.
“Saya tahunya dari media saja. Belum tahu pasti merek-mereknya apa saja,” ucap Burhan di lapaknya.
Ia menambahkan, beberapa hari lalu memang ada pengecekan dari Dinas Pangan, namun bukan soal oplosan, melainkan pengecekan harga sesuai standar.
Soal kualitas, Burhan menegaskan selama ini tidak pernah menerima beras yang mencurigakan.
Basuki, pedagang beras lainnya yang juga ditemui wartawan Arusbawah.co, menyebut harga beras memang sudah naik sebelum isu oplosan muncul.
Pasokan dari Sulawesi dan Surabaya juga belum stabil.
“Sekarang harga tergoyang. Pembeli ya biasa nawar-nawar. Tapi karena harga naik dan ada isu begini, makin berat kita jualan,” keluhnya.
Ia masih menjual merek Sania dan jempol, namun belum ada komplain langsung dari pembeli.
Tag



