Namun demikian, bangunan yang akan dibangun kembali bersifat semi permanen. Keputusan ini diambil karena Pemkot masih merencanakan revitalisasi total Pasar Segiri pada tahun depan.
“Kalau kita bangun permanen sekarang, nanti akan dibongkar lagi saat pembangunan ulang. Jadi kita kembalikan minimal seperti semula saja,” jelasnya.
- Akademisi di Samarinda Nilai Tim Ahli Gubernur hanya Wadah Balas Budi Tim Sukses: Apa Guna Sekda dan Kominfo?
- Kontrak BOT 51 Miliar Mal Lembuswana Berakhir 26 Juli 2026, Seno Aji Siapkan Beauty Contest Melalui Perusda
- Hanya Berlaku 3 Hari! Kantor Gubernur Kaltim Sepi Senyap, Seluruh ASN Wajib Balik Kantor 30 Maret
Selain itu, pembangunan non permanen juga dipilih agar pedagang tidak terlalu lama menunggu untuk kembali berjualan.
“Kita akan membangun secepat mungkin supaya pedagang bisa aktif kembali. Mudah-mudahan pekerjaannya juga tidak terlalu lama,” katanya.
Ia menambahkan, rencana pembangunan permanen sebelumnya sempat dijadwalkan tahun ini, namun harus ditunda akibat penyesuaian anggaran.
“Sebenarnya tahun ini rencananya, tapi karena ada efisiensi, maka rencana itu kita tunda ke tahun depan,” ujar Andi Harun.
Di sisi lain, Andi Harun menyoroti persoalan yang membuat Pasar Segiri berulang kali mengalami kebakaran.
Dalam dua tahun terakhir, insiden serupa tercatat berulang.
Pada Agustus 2024, kebakaran menghanguskan 22 kios dan berdampak pada 14 kios lainnya.
Setahun berselang, pada Agustus 2025, kebakaran kembali terjadi dan menghanguskan tiga kios serta merusak dua kios lainnya.
Orang nomor satu di Kota Samarinda itu menyebut kondisi tata ruang pasar yang semrawut serta rendahnya kedisiplinan sebagian pedagang menjadi faktor utama.
Tag



