ARUSBAWAH.CO - Pintu Mal Lembuswana masih terus terbuka menyambut pengunjung, Sabtu sore, 25 Juli 2026.
Musik dari beberapa tenant maupun toko masih terdengar di lantai dasar, aroma roti dan makanan cepat saji masih memenuhi gedung.
Tetapi, suasana itu perlahan menghilang ketika redaksi Arusbawah.co menaiki tangga berjalan atau eskalator menuju lantai dua mal, lalu berakhir pada lantai tiga yang hampir seluruh tokonya telah menutup pintu.
Hal itu terlihat sehari sebelum kontrak Build, Operate, and Transfer (BOT) antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan PT Cipta Sumena Indah Satresna (CSIS) akan berakhir.
Kontrak kerja sama BOT itu resmi akan berakhir hari ini, Minggu, 26 Juli 2026, setelah hampir 30 tahun sejak dimulai pada pertengahan 1990-an.
Berakhirnya kerja sama itu menandai beralihnya kembali aset Mal Lembuswana ke tangan Pemprov Kaltim, mulai dari lahan hingga bangunan yang selama 30 tahun dikelola oleh pihak swasta.
Menjelang berakhirnya kontrak, redaksi Arusbawah.co melakukan penelusuran langsung ke dalam gedung utama Mal Lembuswana pada Sabtu (25/7/2026).
Selama kurang lebih dua jam pantauan, sejak pukul 17.00 Wita hingga 19.00 Wita, setiap sudut bangunan utama ditelusuri.
Mulai dari lantai satu, lantai dua, hingga lantai tiga.
Tujuannya, melihat bagaimana kondisi pusat perbelanjaan yang selama 30 tahun menjadi salah satu ikon perdagangan di pusat Kota Samarinda itu menjelang pergantian pengelola.
Mal Lembuswana bukanlah aset kecil.
Di kawasan mal lembuswana tercatat terdapat sekitar 150 ruko dan unit usaha yang tersebar di sembilan blok bangunan.
Hampir 2.000 pekerja menggantungkan mata pencahariannya dari aktivitas perdagangan yang berlangsung setiap hari di kawasan tersebut.
Hasil pantauan lansung memperlihatkan aktivitas ekonomi di dalam gedung utama sudah tidak lagi merata.
Semakin tinggi lantai yang dituju redaksi, semakin berkurang aktivitas perdagangan yang terpantau.
Lantai Satu Masih Menjadi Pusat Aktivitas
Memasuki pintu utama, suasana mal lembuswana masih terlihat hidup.
Lampu-lampu tenant terpantau masih menyala.
Musik terdengar dari beberapa toko-toko dan tenant-tenant.
Aroma roti yang baru dipanggang bercampur dengan aroma makanan cepat saji memenuhi ruangan.
Di lantai satu, sebagian besar tenant masih beroperasi.
Toko sepatu olahraga masih menerima pengunjung.
Toko pakaian juga terlihat masih buka.
Toko baju anak masih melayani pembeli.
Optik dan toko kacamata juga terpantau beroperasi.
Toko jam masih membuka etalase.
Supermarket masih dipenuhi aktivitas belanja.
Restoran cepat saji seperti KFC masih melayani pelanggan.
Di beberapa sudut koridor juga terlihat tenant makanan ringan yang menjual berbagai jenis snack masih menerima pembeli.
Toko kosmetik masih buka.
Toko roti juga masih beroperasi dengan beberapa pelanggan yang datang silih berganti.
Tag



