ARUSBAWAH.CO - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2025 menunjukkan capaian yang timpang.
Dari data resmi pemerintah pusat, Kabupaten Mahakam Ulu mencatat lonjakan PAD paling tinggi dengan capaian 369,42 persen, sementara Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi daerah dengan realisasi terendah.
Mahakam Ulu Pimpin Capaian PAD Kaltim
Mahakam Ulu menjadi daerah dengan kinerja PAD paling mencolok.
Dari anggaran/pagu Rp 16,47 miliar, realisasi PAD mencapai Rp 60,86 miliar, atau setara 369,42 persen.
Capaian ini jauh melampaui rata-rata kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur.
Lonjakan realisasi tersebut mengindikasikan penerimaan daerah yang melampaui proyeksi awal, baik dari pajak daerah, retribusi, maupun sumber PAD sah lainnya.
Kutim Lampaui Target, Bontang Dekati 100 Persen
Selain Mahakam Ulu, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) juga berhasil melampaui target PAD.
Dari pagu Rp 441,16 miliar, realisasi PAD Kutim tercatat Rp 493,11 miliar, atau 111,78 persen.
Sementara itu, Kota Bontang membukukan realisasi Rp 355,12 miliar dari anggaran Rp 382,14 miliar, dengan capaian 92,93 persen, mendekati target tahunan.
- Inflasi Kaltim 2,28 Persen Disebut Prestasi, Tapi Cabai di Pasar Samarinda Mulai Menyengat Kantong Warga
- Hidup dari Sungai, Tapi Tak Dapat Apa-Apa, Naskah Akademik Perda Sungai Kaltim Mulai Dibahas
- 9 Provinsi Kuasai 86,8 Persen Produksi Sawit Nasional, Ini Peta Lengkap Sawit Indonesia 2020–2024! Kaltim di Posisi Apa?
Samarinda dan Balikpapan Masih di Bawah Target
Dua kota besar di Kaltim, Samarinda dan Balikpapan, mencatat realisasi PAD yang besar secara nominal, namun belum sepenuhnya mencapai target.
Kota Samarinda merealisasikan PAD Rp 1.017,75 miliar dari anggaran Rp 1.203,24 miliar, atau 84,58 persen.
Kota Balikpapan mencatat realisasi Rp 1.085,84 miliar dari pagu Rp 1.380,06 miliar, dengan capaian 78,68 persen.
Kukar Jadi yang Terendah
Berbeda dengan daerah lain, Kabupaten Kutai Kartanegara hanya mampu merealisasikan PAD Rp 295,59 miliar dari anggaran Rp 953,09 miliar.
Persentase capaian baru 31,01 persen, terendah di antara 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Rangkuman PAD 10 Kabupaten/Kota di Kaltim 2025
Kabupaten Mahakam Ulu
Anggaran: Rp 16,47 miliar
Realisasi: Rp 60,86 miliar
Capaian: 369,42%
Kabupaten Kutai Timur
Anggaran: Rp 441,16 miliar
Realisasi: Rp 493,11 miliar
Capaian: 111,78%
Kota Bontang
Anggaran: Rp 382,14 miliar
Realisasi: Rp 355,12 miliar
Capaian: 92,93%
Kabupaten Kutai Barat
Anggaran: Rp 240,95 miliar
Realisasi: Rp 210,51 miliar
Capaian: 87,37%
Kota Samarinda
Anggaran: Rp 1.203,24 miliar
Realisasi: Rp 1.017,75 miliar
Capaian: 84,58%
Kabupaten Paser
Anggaran: Rp 363,68 miliar
Realisasi: Rp 288,63 miliar
Capaian: 79,36%
Kota Balikpapan
Anggaran: Rp 1.380,06 miliar
Realisasi: Rp 1.085,84 miliar
Capaian: 78,68%
Kabupaten Penajam Paser Utara
Anggaran: Rp 228,21 miliar
Realisasi: Rp 147,19 miliar
Capaian: 64,50%
Kabupaten Berau
Anggaran: Rp 400 miliar
Realisasi: Rp 191 miliar
Capaian: 47,75%
Kabupaten Kutai Kartanegara
Anggaran: Rp 953,09 miliar
Realisasi: Rp 295,59 miliar
Capaian: 31,01%
Evaluasi Kemandirian Fiskal Daerah
Perbedaan capaian PAD ini mencerminkan tantangan serius dalam kemandirian fiskal daerah di Kalimantan Timur.
Daerah dengan realisasi tinggi menunjukkan efektivitas pengelolaan potensi lokal, sementara daerah dengan capaian rendah perlu melakukan evaluasi kebijakan pendapatan dan optimalisasi sumber PAD.
Sumber Data:
Data Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 diolah dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI.
(pra)




