ARUSBAWAH.CO - Kelapa sawit tetap menjadi tulang punggung sektor pertanian nasional.
Sepanjang 2024, komoditas strategis ini menyumbang devisa negara sekitar Rp361,19 triliun, meski kinerja perdagangan mengalami tekanan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian 2025, nilai ekspor kelapa sawit Indonesia pada 2024 mencapai USD 22,86 miliar atau setara Rp361,19 triliun, dengan volume ekspor sebesar 32,36 juta ton.
Jika dibandingkan 2023, neraca volume perdagangan sawit tercatat turun 15,39 persen, sementara neraca nilai perdagangan menurun 10,76 persen.
Meski demikian, Indonesia tetap mencatat surplus neraca perdagangan kelapa sawit sebesar Rp361,03 triliun.
Produksi Sawit Nasional Naik Tipis
Produksi kelapa sawit Indonesia pada 2024 dalam bentuk minyak sawit mentah (CPO) tercatat 47,47 juta ton (angka sementara).
Jumlah ini meningkat 0,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam periode 2020–2024, terdapat sembilan provinsi sentra kelapa sawit yang secara kumulatif menyumbang 86,80 persen dari total produksi nasional.
Dominasi ini menegaskan peran daerah sebagai motor utama industri sawit Indonesia.
Margin Harga CPO dan Minyak Goreng Masih Lebar
Data menunjukkan adanya selisih signifikan antara harga CPO dan minyak goreng sawit sebagai produk manufaktur.
Pada periode 2022 hingga Juni 2025, margin harga minyak goreng curah terhadap CPO berada di kisaran Rp4.229 hingga Rp15.118 per kilogram.
Tag



