Kehadiran negara dalam ekosistem modal ventura Singapura tidak hanya pada tahap pendanaan lanjut, tetapi juga sejak tahap awal pertumbuhan startup.
Pemerintah Singapura menawarkan berbagai skema pendanaan seperti Startup SG Founder Grant dan Startup SG Equity, yang memungkinkan pendanaan bersama (co-investment) antara pemerintah dan investor swasta untuk mengurangi risiko investasi tahap awal sekaligus menstimulasi penciptaan startup baru yang berkelanjutan.
Sementara itu, SGInnovate sebagai katalis utama bagi startup deep-tech menyediakan dukungan pembiayaan tahap awal, akses ke talenta unggulan, serta kolaborasi riset dengan lembaga pendidikan tinggi.
Kolaborasi semacam ini tidak hanya meningkatkan kualitas inkubasi startup, tetapi juga mempercepat transisi dari tahap riset ke tahap komersialisasi.
Naskah akademik CELIOS menyimpulkan bahwa tanpa langkah konkret dalam merancang kebijakan serupa, kesenjangan daya saing antara Indonesia dan Singapura dalam ekosistem ekonomi digital ASEAN berpotensi semakin melebar, menjadikan Indonesia bukan sebagai pusat inovasi regional, melainkan hanya sebagai pasar konsumsi digital. (jay)
- Investor Asing Masih Dominasi Pendanaan Startup Indonesia, Porsi Investor Lokal Baru 11 Persen
- Laporan Celios Tentang Republik Oligarki: Mengapa Segelintir Orang semakin Kaya, Rakyat semakin Miskin?
- Laporan CELIOS: Pengemudi Ojol dan Buruh Harian, Korban Sistem Ekonomi yang Diuntungkan Segelintir Orang




