“Jangan biarkan situasi politik itu menjadi kendor. Kalau itu terjadi berarti mereka menang, dan hak angket selesai,” ujarnya.
Castro juga menyinggung bagaimana tekanan massa sebelumnya berhasil memaksa elite politik ikut merespons tuntutan publik.
Ia mencontohkan momen ketika sejumlah politisi ikut naik ke mobil komando dan menandatangani pakta integritas terkait hak angket.
“Yang membuat mereka datang ke mobil komando dan menaikkan pakta integritas itu karena tekanan massa,” katanya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa dorongan hak angket hari ini bukan lahir dari kesadaran politik DPRD semata, melainkan hasil tekanan gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil yang terus dibangun sejak aksi 214 jilid I.
“Persoalan angket yang sekarang ada di tangan DPRD itu bukan karena turun dari langit. Tapi karena gerakan massa yang dibangun oleh kawan-kawan,” tegas Castro.
Di akhir pernyataan, Castro kembali mengingatkan agar isu hak angket tidak dibiarkan meredup hanya karena tarik-ulur politik elite.
“Kalau gerakan berhenti, selesai. DPRD akan kembali nyaman dengan kompromi-kompromi politiknya,” tutupnya.
(wan)
Tag



