Ia menegaskan bahwa di Kaltim, yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, potensi sumber daya manusia juga harus dimaksimalkan.
Ia pun menyayangkan bahwa pengembangan mobil listrik ini masih mengandalkan dana internal sekolah tanpa dukungan eksternal.
Karena itu, ia meminta instansi terkait, seperti BLKI, untuk ikut memberi pendampingan dan pembinaan.
Ia juga mendorong sekolah untuk aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pihak agar karya siswa dapat dikenal lebih luas.
“Kreativitas para siswa perlu mendapatkan apresiasi besar dan dukungan yang memadai agar dapat terus berkembang hingga mencapai level yang lebih profesional,” tutupnya.
(adv)
Tag



