Menariknya, sebagian masyarakat Kalimantan meyakini bahwa larangan ini tak hanya berlaku pada kopi saja.
Segala jenis makanan atau minuman yang diberikan orang lain juga dianggap bisa menjadi sarana ilmu hitam sehingga aturan pamali ini mencakup hampir semua hidangan.
2. Tak Boleh Jalan Berjejer
Dalam pemali Banjar, terdapat pula pantangan untuk berjalan dengan posisi berjejer.
Masyarakat percaya, larangan ini dimaksudkan agar orang yang sedang berjalan tidak tanpa sengaja menabrak atau mengganggu makhluk gaib yang mungkin berada di sekitar mereka jika berjalan lurus berderet.
3. Jangan Tidur di Tempat Imam Salat
Pantangan lain yang dipercaya masyarakat Banjar adalah larangan tidur di posisi imam salat.
Meski masjid dan musala sering menjadi tempat singgah sekaligus beristirahat bagi para jamaah atau pendatang, area khusus imam tetap dianggap sakral.
Konon, siapa saja yang nekat tidur di tempat tersebut berisiko mengalami hal gaib, bahkan bisa dipindahkan ke lokasi lain oleh makhluk tak kasat mata.
4. Main Petak Umpet di Waktu Senja
Salah satu larangan dalam mitos pemali Banjar adalah tidak boleh bermain petak umpet pada waktu sore hari.
Konon, anak-anak yang melanggar pantangan ini berisiko disembunyikan oleh makhluk gaib, hingga sulit ditemukan kembali oleh keluarga maupun teman-temannya.
5. Duduk di Depan Pintu
Larangan duduk di depan pintu memang cukup sering terdengar, bahkan punya banyak versi yang berkembang di masyarakat.
Salah satu yang paling populer adalah anggapan bahwa perempuan tidak boleh duduk di depan pintu karena bisa menghalangi jodohnya.
Ada juga versi yang lebih logis, yakni duduk di depan pintu dilarang karena bisa menghambat orang keluar masuk rumah.
Namun, dari Kalimantan ada cerita yang jauh lebih menyeramkan.
Konon, saat senja, orang yang duduk di depan pintu akan terlihat berbeda di mata makhluk gaib, bukan sebagai manusia, melainkan sebagai binatang.
Jika makhluk gaib tersebut menyukainya, kesadaran orang itu bisa “dibawa pergi” atau dicuri.
6. Buang Air Sembarangan
Di Kalimantan, sebelum buang air, seseorang wajib “minta izin” terlebih dahulu kepada roh penjaga atau datu yang diyakini bersemayam di tempat itu.
Biasanya dengan mengucapkan, “Permisi datu, saya mau buang air di sini...”
Tradisi ini dianggap sebagai wujud penghormatan terhadap roh leluhur yang menjaga alam.
Sebaliknya, buang air sembarangan tanpa izin, masalah serius bisa menimpa, mulai dari penyakit misterius hingga gangguan aneh yang sulit dijelaskan.
7. Kota Saranjana
Saranjana, kota gaib di Pulau Laut, Kotabaru, Kalimantan Selatan, sejak lama memikat imajinasi masyarakat.
Keyakinan akan keberadaannya pun beragam, ada yang percaya karena mendengar kisah turun-temurun, ada pula yang yakin setelah mengalami peristiwa janggal.
Seorang warga Banjarmasin bernama A. Fadlan, misalnya, menuturkan bahwa ia percaya Saranjana benar-benar ada.
Keyakinannya muncul setelah mendengar langsung testimoni beberapa rekannya yang mengaku tanpa sengaja masuk ke kota gaib itu.
Menurut cerita, Saranjana digambarkan sebagai kota megah di tengah hutan, dihuni makhluk gaib dengan peradaban yang menyerupai manusia.
“Katanya, ia melihat kerumunan orang ramai padahal tempat itu seharusnya hanya hutan belantara,” ungkap Fadlan.
Mitos-Mitos dari Kalimantan Barat
1. Misteri Padang 12
Salah satu cerita mistis yang paling terkenal di Kalimantan Barat datang dari sebuah tempat bernama Padang 12, yang berada di Kabupaten Ketapang, tepatnya di antara Kecamatan Kendawangan dan Pesaguan.
Kawasan ini dikenal luas oleh masyarakat dengan sebutan “Kota Gaib”, yang konon katanya dihuni oleh bangsa jin muslim.
Padang 12 sendiri sebenarnya hanyalah hamparan tanah kosong sepanjang 12 kilometer, dipenuhi pasir, pohon pinus, dan ilalang yang menjulang tinggi.
Meski tampak biasa, banyak kisah turun-temurun menyebutkan bahwa para pendatang bisa saja melihat wujud lain dari tempat ini, sebuah kota megah dengan bangunan indah, masyarakat makmur, dan peradaban modern yang tersembunyi dari mata manusia biasa.
Namun, konon hanya mereka yang memiliki mata batin (kasyaf) atau berhati bersih yang bisa menyaksikan keindahan kota tersebut.
Sebaliknya, bagi orang yang sombong atau berniat jahat, Padang 12 justru menampakkan sisi gelapnya berupa pemandangan ganjil dan menakutkan.
Legenda setempat juga menggambarkan penghuni Padang 12, yang disebut sebagai orang Limun atau orang kebenaran.
Wujud mereka menyerupai manusia, hanya saja berbeda karena tidak memiliki belahan antara hidung dan bibir.
Ada yang mengaku melihat bus berhenti dan menurunkan penumpang lalu lenyap begitu saja, ada pula laporan tentang keberadaan mobil-mobil mewah, seperti Ferrari, McLaren, bahkan pesawat pribadi yang secara logika tak mungkin ada di Ketapang.
Cerita lain menyebutkan seorang warga pernah menolong nenek-nenek di pasar untuk diantar pulang.
Tag



