Arus Publik

Mengenal Tradisi Cap Go Meh Bagi Warga Tionghoa, Dihadiri Seno Aji dan Ratusan Warga Chinese

Orang nomor dua di Kaltim hadiri perayaan Cap Go Meh

Rabu, 4 Maret 2026 17:17

DUDUK BERSAMA - Seno Aji Wakil Gubernur Kaltim (kedua dari kiri). Saat ditemui redaksi Arusbawah.co usai acara, Seno Aji mengaku bersyukur melihat antusiasme warga Tionghoa yang terus berdatangan/ IG @pemprov_kaltim

ARUSBAWAH.CO -  Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menghadiri perayaan Cap Go Meh yang digelar Yayasan Youngcun Etam Sukses Sejahtera Samarinda dalam tajuk Gongxi Facai dan Cap Go Meh 2026 Harmoni Imlek dan Cap Go Meh Nusantara.

Perayaan itu berlangsung di Ruang Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa (3/2/2026) malam.

Menjelang petang, suasana gedung mulai dipadati ratusan warga Tionghoa yang terus datang dari berbagai penjuru di Benua Etam.

Lampion merah tergantung rapi, musik tradisional Tionghoa mulai bermain, dan para tamu berdatangan dengan busana bernuansa merah dan emas.

Perayaan tahunan orang Tionghoa itu bukan sekadar kegiatan seremonial.

Melainkan, penutup dari seluruh rangkaian Tahun Baru Imlek.

Saat ditemui redaksi Arusbawah.co usai acara, Seno Aji mengaku bersyukur melihat antusiasme warga Tionghoa yang terus berdatangan.

“Ini peringatan 15 hari setelah hari Imlek, mudah-mudahan adanya perayaan ini kerukunan umat semakin terjaga,” ujar orang nomor dua di Kaltim itu.

Ini Makna Tradisi Cap Go Meh dalam Budaya Tionghoa

Perlu diketahui bersama bahwa setelah merayakan Tahun Baru Imlek yang identik dengan angpao, makanan khas, dan kumpul keluarga, ternyata masih ada satu perayaan yang jadi penutupnya, yaitu Cap Go Meh.

Buat sebagian orang, Cap Go Meh mungkin terdengar biasa saja.

Tapi sebenarnya, perayaan ini punya makna yang cukup dalam dalam budaya Tionghoa.

Tak cuma sekadar tradisi, tapi juga penuh dengan nilai kebersamaan dan harapan.

Tag

MORE