Arus Publik

Mengenal Tradisi Cap Go Meh Bagi Warga Tionghoa, Dihadiri Seno Aji dan Ratusan Warga Chinese

Orang nomor dua di Kaltim hadiri perayaan Cap Go Meh

Rabu, 4 Maret 2026 17:17

DUDUK BERSAMA - Seno Aji Wakil Gubernur Kaltim (kedua dari kiri). Saat ditemui redaksi Arusbawah.co usai acara, Seno Aji mengaku bersyukur melihat antusiasme warga Tionghoa yang terus berdatangan/ IG @pemprov_kaltim

 

Apa Itu Cap Go Meh dan Waktu Perayaannya? 

Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien yang berarti malam ke-15.

Perayaan ini dilakukan tepat 15 hari setelah Tahun Baru Imlek.

Cap Go Meh menjadi penutup dari seluruh rangkaian perayaan Imlek.

Jadi, bisa dibilang ini adalah momen terakhir sebelum semua kembali ke aktivitas sehari-hari.

Tradisi dan Simbol dalam Perayaan Cap Go Meh

Cap Go Meh biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan yang meriah dan penuh warna.

Di Samarinda, tradisi ini sering dilakukan dengan berbagai pertunjukan seperti arak-arakan, pawai budaya, barongsai, Menyalakan lampion hingga Menyajikan makanan khas warga Tionghoa.

Tradisi perayaan Cap Go Meh bukan sekadar hiburan, tapi juga simbol harapan dan doa bagi warga Tionghoa.

Lampion melambangkan harapan dan penerangan hidup.

Makanan manis melambangkan kebersamaan dan keharmonisan.

Seno Aji Tekankan Persatuan dan Keberagaman di Kaltim

Lebih lanjut, Seno Aji menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan etnis dan agama di Kaltim.

Tag

MORE