ARUSBAWAH.CO - RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo merupakan salah satu rumah sakit terbesar dan menjadi pusat rujukan utama di Kalimantan Timur.
Berlokasi di Jalan MT Haryono, Balikpapan Utara, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini melayani pasien dari berbagai daerah, termasuk Balikpapan, Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Kartanegara, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Namun, di balik perannya sebagai rumah sakit modern saat ini, RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo memiliki sejarah panjang yang bermula sejak masa kolonial dan pendudukan Jepang di Balikpapan.
Nama rumah sakit ini juga diambil dari sosok dokter sekaligus pejuang nasional yang dikenal memiliki dedikasi besar dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Sosok dr. Kanujoso Djatiwibowo yang Namanya Diabadikan
Nama Kanujoso Djatiwibowo berasal dari seorang dokter yang memiliki jasa besar bagi masyarakat Balikpapan.
Ia lahir pada 9 Maret 1909 di Madiun, Jawa Timur. Setelah menyelesaikan pendidikan di Algemene Middelbare School (AMS), ia melanjutkan studi kedokteran di Geneeskundige Hoge School (GHS) Jakarta.
Selain aktif sebagai dokter, Kanujoso juga dikenal sebagai tokoh pergerakan nasional dan pendiri organisasi Indonesia Muda.
Saat bertugas di Balikpapan menjelang pendudukan Jepang, ia memilih tetap melayani pasien meski situasi perang semakin memburuk.
Kanujoso bahkan tidak meninggalkan rumah sakit ketika keluarganya mengungsi ke Pulau Jawa.
Ia kemudian ditangkap dan dieksekusi oleh Jepang pada 20 Juni 1945.
Atas dedikasinya di bidang kesehatan dan pengabdiannya kepada masyarakat, namanya kemudian diabadikan sebagai nama rumah sakit terbesar milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Balikpapan.




