Meski begitu, bila melihat kualitas materi pemain, kedalaman skuad, hingga pengalaman tampil di pertandingan besar, Prancis dinilainya masih unggul dibanding Maroko.
Firnadi Ikhsan Sebut Kekuatan Prancis Tak Hanya Bertumpu pada Kylian Mbappe
Menurut Firnadi Ikhsan, kekuatan terbesar Les Bleus bukan hanya bertumpu pada Kylian Mbappe.
Hampir di setiap lini, Prancis dihuni pemain-pemain yang menjadi andalan klub-klub besar Eropa.
Kondisi itu membuat kualitas tim mereka relatif merata.
"Sepak bola bundar ini tetap bisa kita analisa kekuatannya. Prancis sebagai sebuah tim dengan kemampuan personel merata. Selain Kylian Mbappe, nama-nama lain juga menjadi pemain bintang di klub-klub Eropa. Lalu mereka kumpul buat Piala Dunia, mental dan kemampuan mengolah bola sudah tinggal tendang saja, hehe," katanya.
Firnadi Ikhsan menilai pengalaman para pemain Prancis di kompetisi elite Eropa menjadi modal penting ketika menghadapi pertandingan besar seperti Piala Dunia.
Kata dia, mereka sudah terbiasa bermain di bawah tekanan dan menghadapi atmosfer pertandingan yang tidak mudah.
Maroko Dinilai Sudah Bukan Lagi Tim Kuda Hitam
Namun, ia juga mengingatkan agar Prancis tidak meremehkan Maroko.
Menurut Firnadi Ikhsan, perkembangan sepak bola Maroko dalam beberapa tahun terakhir sangat pesat.
Status sebagai kuda hitam, kata dia, sudah tidak lagi tepat disematkan kepada tim asal Afrika Utara tersebut.
"Waduh, bukan kaleng-kaleng itu Maroko. Bukan lagi kuda hitam. Bertahan sampai sekarang karena kualitas tim, bukan kebetulan tapi memang juga sudah elite," tegas legislator dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara itu.
Ia melihat kekuatan Maroko terletak pada organisasi permainan yang disiplin.
Menurutnya, pertahanan mereka sulit ditembus, sementara transisi menyerang berlangsung cepat.
Apalagi, sebagian besar pemain Maroko kini juga berkarier di kompetisi-kompetisi elite Eropa.
"Pemainnya juga banyak merumput di klub Eropa. Bertahan oke, serangan balik cepat," ujarnya.
Firnadi Ikhsan Prediksi Prancis vs Maroko Jadi Benturan Dua Gaya Bermain
Jika ia melihat perjalanan kedua tim menuju putaran final Piala Dunia 2026, pertandingan malam ini, kata dia, diperkirakan menjadi benturan dua gaya bermain yang berbeda.
Tag



