Sementara itu, Ketua Bubuhan Driver Gojek Samarinda (Budgos), Ivan Jaya, menegaskan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji telah memberi waktu 1 x 24 jam kepada aplikator untuk menghentikan seluruh program promo yang merugikan mitra pengemudi.
Namun, lebih dari 1 x 24 jam waktu yang diberikan, instruksi itu tidak dijalankan.
Ivan mempertanyakan sikap tegas Pemprov dalam menegakkan aturan yang sudah diterbitkan.
Ivan khawatir pembiaran itu bisa menjadi sinyal bahwa aplikator merasa kebal hukum dan tidak menghormati pimpinan daerah.
“Jangan sampai kita menangkap sinyal bahwa aplikator ini menantang Pemprov. Seakan-akan mereka tidak tersentuh aturan yang ada di Kaltim,” ujarnya.
Ivan juga menekankan ekosistem layanan transportasi online dan pengantaran makanan di Kaltim bisa tetap berjalan meski tanpa kehadiran aplikator Grab, Gojek dan Maksim.
Menurutnya, sumber daya manusia di Kaltim cukup mumpuni untuk membuat sistem aplikasi sendiri yang lebih adil bagi semua pihak, mulai dari driver, UMKM, hingga konsumen.
“Drivernya orang Kaltim, penggunanya juga warga Kaltim, UMKM-nya juga lokal. Mereka (aplikator) hanya bawa teknologi. Jadi kalau mereka pergi, kita tetap bisa jalan,” pungkas Ivan.
(wan)
- 'Cuma Saya yang Dia Punya': Kisah Fitri, Ibu Ojol Samarinda Tak Pernah Menyerah Demi Anak Semata Wayang
- Ketua Budgos Tagih Janji Bengkel Gratis, Pertamina Patra Niaga: Mulai Beroperasi Rabu atau Kamis Pekan Ini
- Janji Bengkel Gratis Pertamina untuk Korban BBM Bermasalah Tak Kunjung Terwujud, Koordinator Ojol Samarinda: Kami Dibohongi

Tag




