Arus Publik

Manajemen KPC Ditegur Rudy Mas'ud, BBPJN Sebut Hauling Batu Bara Tak Lewati Jalan Nasional

Jumat, 12 September 2025 10:53

LONGSOR - Kondisi Jalan Nasional Sangatta–Sp Perdau yang Longsor

“Targetnya jalan pengganti mulai dibangun tahun ini dan selesai 2027. Selama masa pembangunan, KPC bertanggung jawab penuh terhadap perawatan ruas yang lama, termasuk longsor di STA 23+050,” jelas Yudi.

BBPJN Kaltim akan tetap melakukan monitoring dan evaluasi selama pekerjaan berlangsung.

Klarifikasi: Tidak Ada Truk Tambang di Jalan Nasional

Yudi juga menegaskan, kendaraan hauling batu bara milik KPC tidak menggunakan jalan nasional.

Truk tambang hanya melintas di jalan khusus perusahaan.

“Kalau pun ada perlintasan sebidang, itu sudah ada dispensasinya. Jadi bukan hauling batu bara yang bikin rusak jalan nasional,” tegasnya.

Sempat Ditegur Rudy Mas'ud

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud sempat menegur manajemen KPK saat saat meninjau jalur Sangatta–Bengalon pada Sabtu (6/9/2025).

Dalam video yang ia unggah ke akun Instagram pribadinya @h.rudymas’ud, Rudy Mas'ud tampak menegur manajemen KPC.

Dalam kunjungan kerja yang juga unggah akun Kepala Dinas ESDM Kaltim @doktor.barwanto, Rudy Mas’ud yang mengemudi sendiri mobil dinas KT 1 menghentikan kendaraannya di Crossing 4 setelah melihat jalan provinsi itu hampir putus.

“Bapak tahu dampak sosialnya kalau sampai jalan ini putus?” ucap dalam video tersebut.

Rudy Mas’ud menegaskan, jalur Sangatta–Bengalon adalah satu-satunya akses darat ke wilayah utara Kutai Timur sekaligus jalur utama logistik warga. Beberapa titik sudah sangat kritis.

“Saya lihat bukan rawan lagi, tapi sudah putus sebelah. Tinggal sebelah saja lagi jalannya,” ucapnya.

Menurut Rudy Mas’ud, jika ruas yang tersisa ikut amblas, maka akses masyarakat dan pekerja tambang akan lumpuh total.

Ia pun mendesak perbaikan segera dilakukan agar logistik warga tidak terhambat dan aktivitas ekonomi tidak macet.

“Bapak lihat saja yang lewat ini. Ekskavatornya 21 ton, belum yang lain. Jalan yang dilewati hanya sebelah. Apa tidak cepat putus, Pak?” katanya.

“Kalau dalam waktu dekat tidak ada tindak lanjut, maka kegiatan tambang PT KPC kita hentikan. Sampai jalannya dibenahi,” ancamnya.

(wan)

Tag

MORE