Arus Publik

Manajemen KPC Ditegur Rudy Mas'ud, BBPJN Sebut Hauling Batu Bara Tak Lewati Jalan Nasional

Jumat, 12 September 2025 10:53

LONGSOR - Kondisi Jalan Nasional Sangatta–Sp Perdau yang Longsor

Namun, kondisi makin memburuk.

Pada 20 Maret 2025 penurunan badan jalan kian signifikan hingga separuh badan jalan tak bisa dilalui, memicu kemacetan panjang.

Sebagai langkah darurat, tim memasang rambu peringatan dan mengecat kerb kuning-hitam agar pengendara lebih waspada.

Lalu 23 Maret dilakukan pembersihan area longsor, pemasangan cerucuk tiga baris zig-zag sebanyak 200 batang, dan terpal untuk menahan air.

“Meski sudah dipancang cerucuk dan ditutup terpal, tanah tetap bergerak,” jelas Yudi.

Akhirnya, PPK bersama KPC sepakat menangani longsor ini secara penuh.

Pada April–Mei 2025, KPC menimbun sisi kiri longsoran secara berlapis sambil dipadatkan.

Tapi badan jalan masih turun.

Maka disepakati penanganan permanen memakai struktur bored pile sepanjang 50 meter.

Soil investigasi di lima titik akan dilakukan minggu kedua September 2025.

Desain hasil investigasi ini akan dikonsultasikan ke BBPJN Kaltim pada awal Oktober, agar bisa segera disetujui.

Targetnya, konstruksi senilai Rp5,9 miliar dimulai minggu ketiga Oktober.

Jalur Dialihkan, KPC Biayai Penuh

Selain menangani longsoran, KPC juga mengajukan pengalihan trase jalan nasional Sangatta–Sp Perdau di STA 20+500 sampai 30+700.

Jalur ini memang melintasi area tambang aktif mereka.

Usulan pengalihan jalan ini sudah diajukan sejak 2018.

BBPJN Kaltim menyebut seluruh proses administrasi, mulai dari izin ke Sekjen Kementerian PUPR hingga penyampaian desain teknis, telah berlangsung bertahun-tahun.

KPC bahkan telah membuat surat komitmen membangun jalan pengganti pada Februari 2023, serta mengajukan permohonan tukar-menukar aset negara (BMN) pada Oktober 2024.

Tag

MORE