Arus Publik

Malam-malam, Seno Aji Sidak RS, Direktur Rumah Sakit Tak Diberi Tahu! Ternyata....

Datang Tanpa Pemberitahuan

Jumat, 31 Oktober 2025 10:35

SIDAK - Potret Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji bersama Kepala Dinas Kesehatan Jaya Mualimin dan Indah Puspitasari Plt Direktur RSUD AWS/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Isu dugaan disembunyikannya ketersediaan tempat tidur pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda berujung pada langkah tak biasa dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji.

Rabu malam, (29/10/2025) pukul 22.00 Wita, ia tiba-tiba mendatangi langsung rumah sakit plat merah terbesar di Kaltim itu.

Tapi hasil dari sidak tersebut justru menguak fakta yang tak banyak diketahui masyarakat.

Ternyata, bukan hanya RSUD AWS yang melayani Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam di Samarinda.

Ada tiga rumah sakit lain milik Pemprov Kaltim yang sebenarnya siap menampung pasien bahkan dengan fasilitas lengkap dan ruang perawatan kosong.

Mereka adalah RSJD Atma Husada Mahakam di Jalan Kakap, RSUD Aji Muhammad Salehuddin II (Korpri) di Jalan KH Wahid Hasyim I, dan RS Mata Samarinda di Jalan M. Yamin.

Seno Aji Turun Langsung, Direktur AWS Tak Tahu

Seno Aji datang bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin.

Sidak itu dilakukan tanpa pemberitahuan ke pihak rumah sakit, bahkan Direktur RSUD AWS tidak mengetahui sebelumnya.

“Ya, kita ingin tahu realnya seperti apa pelayanan di rumah sakit ini. Makanya saya ajak Pak Kepala Dinas. Bu Direktur AWS juga enggak tahu, tapi tiba-tiba hadir begitu kami datang,” kata Seno Aji di lokasi sidak saat ditemui awak media.

Menurutnya, sidak malam itu bukan untuk mencari kesalahan, tapi memastikan bahwa pelayanan masyarakat tidak tersendat hanya karena menumpuk di satu rumah sakit.

“Kita lihat tadi ada empat rumah sakit Atma Husada, Mata, Korpri, dan AWS. Tiga rumah sakit ini kosong. Saya diskusi dengan Pak Kadis, apakah bisa digunakan untuk umum? Ternyata bisa,” ujarnya.

Seno Aji menyebut persoalan utama justru ada pada minimnya sosialisasi ke publik.

“Jadi masyarakat harus tahu. IGD tiga rumah sakit ini bisa digunakan untuk umum. Kondisinya bagus, alatnya lengkap, tapi orang tetap larinya ke AWS,” katanya tegas.

 

IGD Kosong, Tapi Masyarakat Berdesakan Datang Ke AWS

Sidak malam itu menemukan kontras yang mencolok.

Saat antrean pasien di AWS menumpuk hingga ke lorong, tiga rumah sakit lain justru sepi.

Beberapa ruangan bahkan sama sekali tidak ada pasien.

“Besok kita akan lakukan sosialisasi. Pak Kadis sudah saya sampaikan, Bu Dirut AWS juga sudah. Supaya nanti bisa disampaikan ke masyarakat. Tidak hanya AWS, ada banyak rumah sakit yang bisa menampung IGD,” tegas Seno Aji.

Kepala Dinkes Kaltim: IGD di 3 RS Lainnya Lengkap, Tapi Terlupakan

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengakui ada ketimpangan serius dalam persebaran pasien.

Ia menyebut RSUD AWS kini terlalu padat, sementara tiga rumah sakit Pemprov lainnya justru minim pasien.

“Memang kemarin pelayanan di AWS masih krodit. Saya lapor ke Pak Gub dan Pak Wagub, dan alhamdulillah malam ini langsung ditinjau. Ternyata UGD di rumah sakit lain kosong,” kata Jaya.

Ia menjelaskan bahwa seharusnya pasien dengan gejala ringan tidak harus ke AWS.

“Misalnya pasien maag, demam, atau influenza biasa, itu bisa ditangani di RS Mata atau RS Korpri. Di sana ada dokter, ada alat, dan ruangnya masih banyak,” katanya.

Dengan pembagian ini, kata dia, RS AWS bisa fokus menangani pasien-pasien dengan kondisi gawat atau berat.

“Kalau yang ringan dirujuk ke tiga rumah sakit itu, IGD bisa lebih rapi. Semua bisa tertangani tanpa harus antre berjam-jam,” ujarnya.

Sempat Jadi Alternatif dari Hotel Atlet, Satu Manajemen Pelayanan

Jaya Mualimin juga menyinggung rencana Pemprov yang sebelumnya sempat mempertimbangkan  penggunaan Hotel Atlet Dispora untuk menampung pasien non-gawat.

Namun rencana itu kini berubah setelah melihat kondisi rumah sakit lain yang justru masih kosong.

“Daripada kita pindahkan ke Hotel Atlet dan harus bikin SOP baru, lebih baik gunakan rumah sakit yang sudah siap. Semua ini milik Pemprov, jadi manajemennya bisa satu,” katanya.

Ia menegaskan Dinas Kesehatan Kaltim akan mengambil peran koordinatif penuh agar keempat rumah sakit tersebut dapat berfungsi secara terpadu.

“Kita kerja sama, Dinkes yang akan mengatur teknis pelayanan. Dalam waktu dekat, pembagian pelayanan IGD ini akan dijalankan,” pungkasnya.

(wan)

 

Tag

MORE