Terkait persoalan di atas, wartawan Arusbawah.co mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Rudini, perwakilan PT Berau Coal, melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp untuk meminta tanggapan perusahaan terkait dugaan keterlibatan PT Berau Coal dalam praktik jual-beli solar di bawah harga standar.
Namun hingga berita ini diterbitkan, Rudini belum memberikan jawaban ataupun respon.
Sementara itu, untuk PT GAM belum ada konfirmasi yang bisa dilakukan.
Setiap informasi tambahan atau klarifikasi dari pihak terkait akan dimuat pada pemberitaan berikutnya apabila telah diterima redaksi.
- Kontroversi Solar Murah Perkara Riva Siahaan: Vale dan United Tractor Klarifikasi, Respons Berau Coal & PT GAM Belum Ada
- Ada Berau Coal dan PT GAM di Dugaan Solar Murah Dijual Pertamina, Pokja 30: Siapa Main di Belakang?
- Sudah Pasang Plang, Belum Tunjukkan Bukti! Jatam Nilai Ada Pelanggaran di Konflik Tanah PT BBE - Kelompok Tani
Enam Perusahaan Sudah Beri Tanggapan
Hingga sejauh ini, beberapa perusahaan yang muncul dalam dakwaan di sidang, sudah memberikan klarifikasi.
Berikut tim redaksi himpun di antaranya:
1. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Manajemen Alamtri menegaskan kontrak pembelian BBM dilakukan melalui tender resmi dan sesuai harga acuan Mean of Platts Singapore (MOPS).
Perusahaan menolak tudingan telah diperkaya Rp168,5 miliar dan menyatakan tetap menghormati proses hukum tanpa gangguan terhadap operasional.
2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Vale membantah tuduhan menerima keuntungan Rp62,1 miliar.
Perusahaan mengklaim pembelian solar dilakukan sesuai harga pasar dan prosedur tata kelola yang baik. Vale juga belum melihat adanya potensi dampak hukum dari isu tersebut.
3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Tag



