Namun belakangan, ia justru menerima informasi berbeda.
“Di kolom komentar ada yang jawab kalau isinya semester genap. Terus saya dapat info dari teman juga begitu. Tapi datanya sudah final, enggak bisa diedit lagi,” ucapnya.
Kondisi ini membuat Alia dilanda kecemasan.
Ia khawatir kesalahan administratif kecil justru berdampak besar terhadap kelayakan penerimaannya.
“Saya bingung sama kejelasan Gratispol ini. Kalau kesalahan kecil begini, enggak bikin kami jadi enggak diterima kan?” tanya Alia.
Lebih jauh, Alia menilai persoalan ini mencerminkan lemahnya antisipasi pemerintah dalam menyampaikan informasi krusial.
“Ini info penting. Kenapa enggak diantisipasi dari awal dengan penjelasan yang jelas? Kami harus pantau info dari mana sebenarnya?” keluhnya.
Pada unggahan terbaru akun Instagram Gratispol beberapa waktu lalu, diinformasikan bahwa pendaftaran tahap II dibuka hingga 10 Februari 2026, dengan klaim seluruh mahasiswa asal Kalimantan Timur yang memenuhi persyaratan, baik semester awal maupun lanjutan, berhak menerima manfaat program.
Sementara itu, unggahan berikutnya memuat informasi pendaftaran tahap I Gratispol bagi mahasiswa di luar Kalimantan Timur, dengan batas waktu hingga 15 Februari 2026.
Namun, di kolom komentar kedua unggahan tersebut, mayoritas warganet justru menyuarakan keluhan yang sama, contact person yang dicantumkan dinilai sulit dihubungi.
Sebagian lainnya juga menyoroti rumitnya proses pendaftaran serta minimnya sosialisasi, khususnya bagi mahasiswa asal daerah yang sedang menempuh pendidikan di luar Kalimantan Timur.
Kadiskominfo Kaltim Pastikan Layanan Tetap Tersedia
Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa GratisPol tetap bisa diakses.
Tag



