“Kami ingin anak-anak melihat perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan, tempat mereka bisa belajar, berimajinasi, dan bebas bereksplorasi,” ujarnya.
Menurut Indra, program JELITA menjadi bagian dari komitmen DPK Bontang untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini dengan cara yang paling dekat dengan dunia anak.
Dukungan juga diberikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abdu Safa Muha.
Ia menilai kegiatan ini berhasil memperluas fungsi perpustakaan menjadi ruang kolaborasi yang menghubungkan pendidikan dan literasi.
“Literasi adalah fondasi pembentukan karakter. Saat anak-anak diajak berinteraksi langsung dengan buku dan kegiatan kreatif, mereka belajar berpikir kritis sekaligus mengasah empati,” katanya.
Melalui program JELITA, perpustakaan diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi tempat berkembangnya generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak baik.
(adv)
Tag



