Arus Publik

CELIOS

Laporan CELIOS Ungkap Daftar 11 Pejabat Triliuner di Kabinet Merah Putih, Harta Tertinggi Tembus Rp5 Triliun

11 Pejabat Triliuner di Kabinet Merah Putih

Selasa, 19 Mei 2026 15:0

PEJABAT - CELIOS sebut kekayaan pejabat Kabinet Merah Putih capai Rp30 triliun pada 2025/ Foto: CELIOS

ARUSBAWAH.CO - Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyoroti tingginya konsentrasi kekayaan di lingkungan pejabat publik dalam laporan Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026: Republik Oligarki. 

Dalam laporan tersebut, CELIOS menyebut kekayaan pejabat publik di Kabinet Merah Putih terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. 

Berdasarkan data yang diolah dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total harta pejabat kabinet meningkat dari Rp13,6 triliun pada 2019 menjadi sekitar Rp30,3 triliun pada 2025. 

CELIOS menilai lonjakan tersebut menunjukkan konsentrasi kekayaan tidak hanya terjadi pada elite bisnis, tetapi juga terlihat di lingkaran kekuasaan politik.

Pejabat Triliuner Mendominasi

Dalam laporan itu, CELIOS mencatat sejumlah pejabat kabinet Merah Putih memiliki kekayaan hingga triliunan rupiah.

Berikut daftarnya:

Widiyanti Putri Wardhana — Rp5,43 triliun 

Sakti Wahyu Trenggono — Rp2,44 triliun 

Erick Thohir — Rp2,41 triliun 

Prabowo Subianto — Rp2,06 triliun 

Maruarar Sirait — Rp1,55 triliun 

Otto Hasibuan — Rp1,52 triliun 

Setiawan Ichlas — Rp1,51 triliun 

Luhut Binsar Pandjaitan — Rp1,50 triliun 

Amran Sulaiman — Rp1,38 triliun 

Muhamad Mardiono — Rp1,15 triliun 

Raffi Ahmad — Rp1,03 triliun

Menurut CELIOS, kondisi tersebut memperlihatkan adanya konsentrasi kekayaan dalam struktur pemerintahan atau elite consolidation, yakni ketika kekayaan dan kekuasaan berada dalam lingkaran kelompok yang sama. 

Transparansi Harta Pejabat Ikut Disorot

CELIOS juga menyoroti persoalan transparansi pelaporan kekayaan pejabat negara. 

Dalam laporan itu disebutkan hanya 73 dari 143 pejabat publik di Kabinet Merah Putih yang telah memperbarui laporan LHKPN mereka. 

Menurut CELIOS, kondisi tersebut membuat angka kekayaan pejabat yang tercatat belum tentu sepenuhnya merepresentasikan kondisi sebenarnya. 

Laporan itu menyebut masih terdapat kemungkinan adanya aset yang belum dilaporkan, baik secara sengaja maupun tidak. 

Ketimpangan Dinilai Perlu Jadi Perhatian

Melalui laporan tersebut, CELIOS menilai konsentrasi kekayaan di lingkaran pejabat publik penting menjadi perhatian di tengah ketimpangan ekonomi yang terus melebar.

Lembaga itu juga mendorong penguatan transparansi serta pengawasan terhadap pelaporan kekayaan pejabat negara agar kepercayaan publik tetap terjaga. (naa)

Tag

MORE