ARUSBAWAH.CO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didorong untuk menyederhanakan proses perizinan perusahaan modal ventura guna memperkuat ekosistem investasi dan memperluas akses pembiayaan bagi startup maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Dorongan tersebut tercantum dalam Naskah Akademik CELIOS Pengembangan Dana dan Insentif Perpajakan Modal Ventura di Indonesia yang menilai regulasi yang lebih sederhana dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong pertumbuhan industri modal ventura nasional.
Modal ventura selama ini memiliki peran penting sebagai sumber pendanaan alternatif bagi perusahaan rintisan dan pelaku usaha yang belum memenuhi persyaratan pembiayaan dari perbankan.
Berbeda dengan kredit perbankan yang umumnya mengharuskan adanya jaminan atau agunan, perusahaan modal ventura memberikan pembiayaan melalui penyertaan modal kepada perusahaan yang dinilai memiliki potensi berkembang di masa depan.
Karena karakteristik tersebut, modal ventura kerap menjadi salah satu pilihan utama bagi startup yang masih berada pada tahap awal pengembangan bisnis.
- Laporan CELIOS: Hanya 30 Persen UMKM yang Punya Akses Pembiayaan Formal, Modal Ventura Dinilai Jadi Solusi
- Investor Asing Masih Dominasi Pendanaan Startup Indonesia, Porsi Investor Lokal Baru 11 Persen
- Modal Ventura Sumbang Rp351 Triliun ke PDB, CELIOS Dorong Insentif Pajak untuk Perkuat Ekonomi Digital
Industri Modal Ventura Dinilai Masih Perlu Diperkuat
Dalam naskah akademik tersebut disebutkan bahwa industri modal ventura memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada sektor inovasi dan ekonomi digital.
Namun, perkembangan industri ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan pendanaan, jumlah perusahaan modal ventura yang belum banyak, hingga regulasi yang dinilai masih perlu diperkuat.
Kondisi tersebut membuat akses pendanaan bagi startup dan UMKM belum merata.
Padahal, kebutuhan modal menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan usaha dan meningkatkan daya saing bisnis.
Data dalam kajian tersebut juga menunjukkan bahwa masih banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan memperoleh pembiayaan formal sehingga membutuhkan alternatif pendanaan yang lebih fleksibel.
Keberadaan modal ventura dinilai mampu menjembatani kebutuhan tersebut karena tidak hanya memberikan suntikan modal, tetapi juga pendampingan bisnis, pengembangan strategi usaha, hingga akses jaringan investor yang lebih luas.
Kemudahan Perizinan Diharapkan Tarik Investor
Penyederhanaan perizinan dinilai dapat memberikan kepastian usaha bagi pelaku industri modal ventura sekaligus meningkatkan minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia.
Dengan semakin mudahnya proses perizinan, jumlah perusahaan modal ventura berpotensi bertambah sehingga pilihan pendanaan bagi startup dan UMKM juga semakin luas.
Langkah tersebut juga dianggap penting untuk mengurangi ketergantungan startup Indonesia terhadap pendanaan asing yang hingga kini masih mendominasi ekosistem investasi nasional.
Selain memperluas akses pembiayaan, penguatan industri modal ventura diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kontribusi sektor ekonomi digital terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Melalui dukungan regulasi yang lebih adaptif dan proses perizinan yang lebih sederhana, industri modal ventura diharapkan dapat berkembang lebih cepat dan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan usaha di berbagai sektor. (sal)




