ARUSBAWAH.CO - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia.
Sektor ini tidak hanya berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, tetapi juga menyerap sebagian besar tenaga kerja di berbagai daerah.
Namun di balik peran penting tersebut, mayoritas pelaku UMKM masih menghadapi kendala dalam memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal.
Temuan itu terungkap dalam Naskah Akademik Pengembangan Dana dan Insentif Perpajakan Modal Ventura di Indonesia yang disusun Center of Economic and Law Studies (CELIOS).
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional dan menciptakan sekitar 97 persen lapangan kerja di Indonesia.
Meski demikian, hanya sekitar 30 persen atau 19,4 juta UMKM yang memiliki akses terhadap pembiayaan formal melalui perbankan maupun lembaga keuangan resmi.
Kondisi ini menunjukkan masih besarnya kesenjangan antara kebutuhan pendanaan pelaku usaha dengan kemampuan sektor keuangan dalam menjangkau UMKM.
Padahal, akses modal menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemampuan usaha untuk berkembang, meningkatkan kapasitas produksi, hingga membuka lapangan kerja baru.
- Laporan CELIOS: Hanya 30 Persen UMKM yang Punya Akses Pembiayaan Formal, Modal Ventura Dinilai Jadi Solusi
- Modal Ventura Sumbang Rp351 Triliun ke PDB, CELIOS Dorong Insentif Pajak untuk Perkuat Ekonomi Digital
- Investor Asing Masih Dominasi Pendanaan Startup Indonesia, Porsi Investor Lokal Baru 11 Persen
Kendala Pembiayaan Masih Jadi Persoalan Utama
Akses pembiayaan yang terbatas membuat banyak pelaku UMKM kesulitan melakukan ekspansi usaha.
Tidak sedikit yang akhirnya mengandalkan modal pribadi atau sumber pendanaan informal dengan kapasitas yang terbatas.
Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa sebagian besar UMKM belum mampu memenuhi persyaratan pembiayaan yang ditetapkan lembaga keuangan formal.
Situasi ini menyebabkan banyak pelaku usaha produktif belum memperoleh dukungan modal yang memadai untuk mengembangkan bisnisnya.
Padahal, UMKM memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional.
Ketika sektor ini tumbuh, dampaknya dapat dirasakan secara langsung melalui peningkatan aktivitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi daerah.
Modal Ventura Dinilai Bisa Jadi Alternatif
CELIOS menilai perusahaan modal ventura dapat menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang lebih mudah dijangkau oleh UMKM.
Berbeda dengan perbankan yang umumnya menuntut agunan, modal ventura lebih menitikberatkan penilaian pada potensi bisnis dan prospek pertumbuhan usaha di masa depan.
Selain memberikan pendanaan, perusahaan modal ventura juga menawarkan pendampingan manajemen, akses jaringan bisnis, serta dukungan strategis untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan bisnis mereka.
Model pembiayaan semacam ini dinilai dapat membantu menjawab kebutuhan UMKM yang selama ini belum terlayani oleh sistem pembiayaan konvensional.
Kajian CELIOS menegaskan bahwa perluasan akses pembiayaan menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat peran UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan jumlah pelaku usaha yang sangat besar dan kontribusi signifikan terhadap PDB serta lapangan kerja, peningkatan akses modal dinilai dapat mendorong produktivitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. (naa)
- ITK Buka Prodi Baru 2026, 2 Diantaranya Hadir Perkuat Pendidikan Vokasi Maritim untuk Dukung IKN
- Ditulis soal Dugaan Membobol APBD Dana Hibah LPTQ, Sekprov: 'Hati-Hati Pakai Kata Itu, Bertanggung jawab Apa Yang Ditulis'
- PT NCI Tambang Batu Bara Terafiliasi Grup MNC, Diduga Masih Gunakan Lahan Pemkot Samarinda




