ARUSBAWAH.CO - Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai keterlibatan militer dalam sektor bisnis ekstraktif semakin menguat di era pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Dalam laporan Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026, CELIOS menyebut peran militer kini tidak hanya berkaitan dengan keamanan negara, tetapi juga mulai masuk lebih jauh ke pengelolaan sumber daya alam seperti tambang dan perkebunan sawit.
Fenomena tersebut disebut terlihat dari sejumlah kebijakan baru yang melibatkan aparat militer dalam penertiban hingga pengelolaan aset sektor ekstraktif.
Salah satunya melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang pembentukan Satgas Garuda Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Satgas tersebut dipimpin oleh Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon dan telah menyita ratusan ribu hektare perkebunan sawit hingga akhir Maret 2025.
Lahan hasil penyitaan itu kemudian diserahkan ke PT Agrinas, perusahaan yang juga dipimpin purnawirawan TNI.
Purnawirawan TNI Disebut Masuk ke Pengelolaan BUMN Tambang
CELIOS menilai masuknya purnawirawan TNI ke perusahaan negara sektor ekstraktif memperlihatkan semakin kuatnya hubungan antara militer dan bisnis sumber daya alam.
Tag



