ARUSBAWAH.CO - Menurut Naskah Akademik CELIOS, Korea Selatan dinilai menjadi salah satu negara yang berhasil membangun ekosistem startup berbasis teknologi melalui penguatan industri modal ventura atau venture capital (VC).
Perkembangan industri modal ventura di Negeri Ginseng tersebut mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan sejak akhir 1990-an, khususnya setelah krisis finansial Asia pada 1997.
Pemerintah Korea Selatan melihat modal ventura sebagai instrumen penting untuk mempercepat inovasi, mendukung perusahaan rintisan atau startup, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Modal ventura pertama di Korea Selatan didirikan pada 28 April 1981 melalui Technology Development Corporation dengan komposisi kepemilikan saham sebesar 31 persen oleh pemerintah dan 69 persen oleh pihak swasta.
Seiring berkembangnya industri startup dan investasi global, pemerintah Korea Selatan kemudian memperkuat sektor modal ventura melalui berbagai regulasi dan kebijakan.
Regulasi Jadi Fondasi Penguatan Modal Ventura
Salah satu regulasi utama yang mengatur sektor investasi di Korea Selatan adalah Financial Investment Service and Capital Markets Act (FSCMA).
Undang-undang tersebut mengatur berbagai aktivitas investasi dan pasar modal, termasuk perusahaan modal ventura, hedge fund, perusahaan sekuritas, hingga pengelolaan aset investasi.
FSCMA juga berfungsi menjaga stabilitas dan integritas pasar modal serta memastikan aktivitas investasi berjalan secara transparan dan akuntabel.
Selain itu, Korea Selatan juga memiliki Venture Business Promotion Act (VBPA) yang diterbitkan pada 1997.
Undang-undang ini secara khusus ditujukan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan berbasis teknologi dan inovasi.
Melalui VBPA, startup memperoleh berbagai kemudahan seperti penyederhanaan perizinan, perlindungan kekayaan intelektual yang lebih kuat, dukungan pendanaan, hingga penyediaan infrastruktur bisnis.
Sejumlah penelitian menyebut kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong lahirnya puluhan startup unicorn di Korea Selatan.
Modal Ventura Tak Hanya Beri Dana
Di Korea Selatan, modal ventura tidak hanya berfungsi sebagai penyedia pendanaan, tetapi juga berperan sebagai smart investor.
Artinya, perusahaan modal ventura turut memberikan pendampingan bisnis, menyusun strategi pasar, hingga membuka akses jaringan bisnis domestik maupun internasional.
Pendanaan modal ventura di Korea banyak mengalir ke sektor-sektor dengan potensi pertumbuhan tinggi seperti Artificial Intelligence (AI), fintech, healthtech, game online, hingga platform digital berbasis K-pop dan webtoon.
Dana investasi tersebut dikelola oleh sejumlah lembaga, salah satunya Korea Venture Investment Corporation (KVIC) yang bertugas mengelola dana pemerintah untuk investasi ke modal ventura swasta.
Sementara K-Growth berperan menghimpun dana investasi nasional guna mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah.
Berdasarkan laporan KVIC, total investasi modal ventura di Korea Selatan mencapai sekitar 10,7 triliun won atau setara USD8 miliar.
Sebanyak 43 persen investasi tersebut dialokasikan ke sektor teknologi informasi dan komunikasi, termasuk kecerdasan buatan, data, dan perangkat lunak.
Dorong Startup Tembus Pasar Global
Penelitian menunjukkan perusahaan rintisan yang memperoleh dukungan modal ventura cenderung mengalami pertumbuhan bisnis lebih cepat dibandingkan perusahaan tanpa dukungan tersebut.
Selain memberikan modal, venture capital juga terlibat dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan, termasuk duduk dalam dewan direksi dan membantu proses ekspansi bisnis.
Keberadaan modal ventura juga dinilai mampu mengurangi kesenjangan informasi antara perusahaan dan investor ketika startup melakukan penawaran saham perdana atau IPO.
Melalui kombinasi regulasi yang mendukung, pendanaan yang kuat, dan keterlibatan aktif investor, Korea Selatan kini berhasil menjadi salah satu ekosistem startup terbesar di Asia, bersaing dengan Jepang, Singapura, dan India. (sal)
- Laporan CELIOS: Hanya 19,4 Juta UMKM yang Bisa Akses Pembiayaan Formal, Mayoritas Masih Kesulitan Cari Modal
- Laporan CELIOS: Hanya 30 Persen UMKM yang Punya Akses Pembiayaan Formal, Modal Ventura Dinilai Jadi Solusi
- Naskah Akademik CELIOS: Investasi Domestik hanya 11% dari Pendanaan Startup RI, Singapura dan China Kuasai 55 Persen




