Berdasarkan laporan KVIC, total investasi modal ventura di Korea Selatan mencapai sekitar 10,7 triliun won atau setara USD8 miliar.
Sebanyak 43 persen investasi tersebut dialokasikan ke sektor teknologi informasi dan komunikasi, termasuk kecerdasan buatan, data, dan perangkat lunak.
Dorong Startup Tembus Pasar Global
Penelitian menunjukkan perusahaan rintisan yang memperoleh dukungan modal ventura cenderung mengalami pertumbuhan bisnis lebih cepat dibandingkan perusahaan tanpa dukungan tersebut.
Selain memberikan modal, venture capital juga terlibat dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan, termasuk duduk dalam dewan direksi dan membantu proses ekspansi bisnis.
Keberadaan modal ventura juga dinilai mampu mengurangi kesenjangan informasi antara perusahaan dan investor ketika startup melakukan penawaran saham perdana atau IPO.
Melalui kombinasi regulasi yang mendukung, pendanaan yang kuat, dan keterlibatan aktif investor, Korea Selatan kini berhasil menjadi salah satu ekosistem startup terbesar di Asia, bersaing dengan Jepang, Singapura, dan India. (sal)
- Laporan CELIOS: Hanya 19,4 Juta UMKM yang Bisa Akses Pembiayaan Formal, Mayoritas Masih Kesulitan Cari Modal
- Laporan CELIOS: Hanya 30 Persen UMKM yang Punya Akses Pembiayaan Formal, Modal Ventura Dinilai Jadi Solusi
- Naskah Akademik CELIOS: Investasi Domestik hanya 11% dari Pendanaan Startup RI, Singapura dan China Kuasai 55 Persen




