Namun dinamika tak berhenti di dua nama itu.
Dalam beberapa hari terakhir Ramadan, muncul figur lain yang mulai diperbincangkan yaitu Andery Syachrum.
Berbeda dari dua kandidat sebelumnya, Andery disebut-sebut datang dari latar belakang pengusaha.
Ia juga menjabat sebagai Ketua DPP Barisan Muda Daerah (Barmuda) Kaltim, organisasi kepemudaan yang selama ini aktif di berbagai kegiatan sosial.
Persepsi Dominasi Golkar dan Respons Internal
Munculnya dua kader Golkar dalam bursa ketua Koni memunculkan persepsi bahwa partai berlambang pohon beringin itu berpotensi mendominasi perebutan kursi Ketua KONI Kaltim.
Apalagi, selama ini Golkar dikenal memiliki basis kuat di Kaltim, baik di legislatif maupun eksekutif.
Namun suara berbeda datang dari internal partai Golkar sendiri.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menyebut bahwa urusan KONI tak seharusnya ditarik terlalu jauh ke ranah politik praktis.
“Memajukan olahraga tanggung jawab semua, bukan soal partai,” kata Sarkowi saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Karang Paci, Jumat (27/2/2026) lalu.
Ia mengingatkan, fokus utama seharusnya ada pada visi dan gagasan, bukan latar belakang partai politik kandidat.
Terlebih, capaian olahraga Kaltim pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir menunjukkan tren penurunan.
“Yang dibutuhkan itu konsep pembinaan yang jelas, bukan sekadar nama besar,” ujarnya.




