“Setiap desa dalam kawasan akan dipetakan potensinya secara detail,” ucap Arianto.
Pemetaan mencakup produksi pertanian, kapasitas lahan, hingga penentuan intervensi pemerintah, seperti sarana-prasarana pertanian.
Untuk desa berpotensi wisata dan ekonomi kreatif, kebutuhan pengembangan dan tingkat intervensi pemerintah turut dianalisis.
“Kalau potensi itu berkembang, tentu bisa mendongkrak PADes. Jika seluruh potensi kawasan dikelola terintegrasi, akan terbentuk ekosistem yang mempercepat kemajuan kawasan,” pungkasnya.
Arianto menegaskan bahwa anggaran Rp100 miliar per kawasan tidak boleh dikurangi, dan semua program yang tertuang dalam dokumen perencanaan akan dibiayai saat pelaksanaan.
“Kami berkomitmen anggaran Rp100 miliar tidak boleh kurang untuk satu kawasan. Semua program yang sudah direncanakan akan didanai,” terangnya.
Melalui Program Kawasan Perdesaan Idaman Terbaik, menghadirkan dorongan baru bagi perekonomian desa, menanamkan kemandirian masyarakat, serta menjamin pembangunan berlangsung secara terencana dan berkesinambungan. (adv)
Tag



