ARUSBAWAH.CO - Penanganan kasus dugaan pencurian sepeda motor milik Muhammad Nazmi, seorang mahasiswa di Kota Samarinda, kini tengah menjadi sorotan hangat.
Perkara yang sempat tidak menunjukkan kemajuan selama lima bulan terakhir ini mendadak mengalami kemajuan penanganan tepat setelah keluhan korban viral di media sosial pada 9 Mei 2026 lalu.
Nazmi, putra seorang buruh tani, sebelumnya mengeluhkan beban ekonomi akibat hilangnya alat transportasi utama tersebut.
Sejak motornya raib pada Desember 2025, ia terpaksa merogoh kocek hingga Rp80.000 setiap hari untuk biaya transportasi menuju kampus.
Kondisi inilah yang memicu empati publik sekaligus kritik terhadap efektivitas kinerja kepolisian.
Penjelasan Satreskrim Polresta Samarinda
Merespons keresahan yang viral tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Samarinda memberikan penjelasan resmi kepada awak media pada Selasa (12/5/2026).
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setiawan menegaskan bahwa perkara tersebut sebenarnya tetap berjalan secara administratif.
“Dan sebenarnya tidak ditangani itu berproses. Dari Polresta Samarinda sudah mengirimkan SP2HP sebanyak tiga kali kepada korban. Sudah tiga kali kepada korban,” ujar AKP Agus Setiawan.
Dalam penjelasannya, AKP Agus Setiawan memaparkan bahwa kendala utama yang dihadapi penyidik di lapangan adalah saksi kunci yang tidak kooperatif hingga akhirnya menghilang.
“Beberapa saksi memang pada saat perjalanannya itu ada kendala beberapa saksi yang memang kita panggil tidak hadir. Dan itu merupakan saksi kunci yang pada saat itu mengetahui pada saat pelaku itu mengambil kendaraan. Ternyata setelah kita telusuri saksi tersebut merupakan salah satu istri dari pelaku. Nah, saat ini istri dari pelaku saat ini kabur,” ungkapnya.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa meski setiap kasus memiliki karakteristik tingkat kesulitan yang berbeda, pihaknya terus berupaya melakukan pengungkapan dan penangkapan pelaku.
Tag



