Ia menyadari masih ada anggapan bahwa ASN bekerja dengan ritme santai, sehingga aspek kedisiplinan perlu dibenahi secara serius.
“Disiplin ini menjadi ukuran pertama bagi masyarakat. Masih banyak yang menilai ASN bekerja terlalu santai, dan itu harus kita perbaiki,” tambahnya.
Di samping disiplin, kesejahteraan ASN turut menjadi perhatian penting.
Husni menilai terdapat kesenjangan antara penghasilan ASN dan pekerja sektor swasta, yang dikhawatirkan dapat memengaruhi semangat kerja, terutama bagi ASN yang menjadi ujung tombak layanan kesehatan dan pendidikan.
“Kalau kesejahteraan dinaikkan, otomatis kinerja mereka juga meningkat. Presiden pun sudah mulai menaikkan gaji dan insentif ASN secara bertahap,” tuturnya.
Husni menekankan perlunya dukungan lebih bagi tenaga kesehatan dan pendidik, baik ASN maupun non-ASN, terlebih dengan adanya program layanan gratis yang dijalankan Pemprov Kaltim.
Tag



