Rudy menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan direalisasikan secara bertahap, mengikuti kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim.
Kenaikan insentif ini diharapkan mampu memberikan ruang kesejahteraan yang lebih layak bagi guru honorer, sekaligus memperkuat motivasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Pemerataan Guru ke Daerah Terpencil
Selain persoalan kesejahteraan, Rudy juga menyoroti pemerataan distribusi tenaga pengajar, terutama ke wilayah pedalaman dan perbatasan seperti Kabupaten Mahakam Ulu.
Ia menegaskan bahwa penempatan guru berkualitas harus dilakukan secara merata agar setiap siswa di Kaltim mendapatkan layanan pendidikan yang setara.
Menurutnya, standarisasi kompetensi tidak boleh hanya terpusat di kota besar. Baik guru yang mengajar di pesisir, desa, hingga daerah terpencil harus memiliki akses peningkatan kualitas yang sama.
“Pemerataan ini krusial agar seluruh anak didik di Kaltim mendapat kualitas pembelajaran yang setara, tanpa memandang lokasi tempat tinggal,” tegasnya.
Tag



