"Beruang di Lubuk Sawah waktu itu, setelah mengetahuinya kami koordinasi meminta masukan dari BKSDA untuk penanganan beruang madu. Kecurigaannya hewan peliharaan yang lepas milik salah satu warga yang tidak jauh dari lokasi pantauan warga pada waktu itu," katanya.
"Setelah kami cari jejak yang dia tinggalkan pada pohon dan dedaunan, bersama dengan relawan lain kami berusaha mencari namun kehilangan jejaknya hingga sampai hari ini tidak diketahui keberadaanya," tambahnya.
Ia juga ungkap soal dilema dalam menjalani pekerjaan.
Yakni soal membunuh mahluk hewan liar yang bertentagan dengan dirinya. Akan tetapi, di sisi lain jika mahluk itu dia lepaskan ditakutkan akan menyerang warga
"Takut saya kalau hewan itu dibunuh karena bertentangan dengan hati nurani saya meskipun hewan ini berbahaya, ya bingung juga kalau dilepas takut ganggu warga jadi sementara king kobra yang saya temukan beberapa waktu lalu saya amankan di posko 7, kalau hewan lain seperti buaya waktu itu dititip di BKSDA," ungkapnya.
"Karena biasanya kalau hewan buas ini akan kami lepas jika mereka sehat dan siap hidup alam liar jauh dari pemukiman warga, dan beberapa waktu lalu Panji sang penyelamat ular itu kemari untuk lihat hasil tangkapan kami dan dia bawa ular untuk dia pelihara," pungkasnya. (dil)
Tag



