Dengan peralatan yang dia ciptakan dan kembangkan sendiri memudahkan dirinya untuk mengamankan hewan yang akan dia tangkap.
"Peralatan yang saya pakai persis seperti penangkapan buaya kemarin yaitu tali, stick jerat, stick hoop dan stick jepit. Untuk stick jepit ini dikhususkan untuk menangkap jenis tipe king cobra karena jenisnya yang agresif," ujarnya.
Dia juga bercerita saat menangkap ular dengan menggunakan stick jepit ini dipersulit dengan medan yang sempit dikarenakan mahluk tersebut terkadang bersembunyi, seperti misalnya bersembunyi dalam kandang milik warga.
"Pintu kandangnya waktu itu 40 cm persegi dan berada di pojok kandang, jadi kami masuk harus merangkak sedapatnya yang penting kami menemukan posisi kepala ular itu kami jerat, karena untuk jenis ular berukuran 3 meter lebih itu alat kami pasti sudah rusak," ungkapnya.
Bagaimanapun kondisi serta peralatan yang Akmaludin hadapi dia menyampaikan agar selalu waspada karena dirinya selalu berprinsip semua mahluk itu berbahaya yang menuntutnya selalu berhati-hati dalam setiap pengamanan hewan itu.
"Tidak ada hewan yang saya hadapi itu ringan, semua itu berbahaya serta berisiko terhadap nyawa kita. Meski hanya sekedar sarang tawon itu yang dianggap mudah namun kenyataanya tidak ada yang berani untuk mengeksekusinya, dan seperti ular berbeda-beda karakternya. Kobra itu mematuk, jenis king itu menyemburkan racun, sedangkan untuk piton itu melilit tubuh mangsanya," tegasnya.
Ditanya tentang cerita-cerita unik itu yang paling berkesan selain menghadapi hewan- hewan itu, dirinya juga pernah menghadapi beruang madu yang diduga peliharaan milik salah satu warga yang lepas.
Tag



