Rina menyayangkan diagnosa awal yang semula hanya muntaber, justru berkembang menjadi risiko kecacatan permanen pada tangan pasien.
"Kami menilainya ini satu kesatuan, kelalaian petugas dan pihak rumah sakit. Orang awam tidak paham penanganan luka, yang mereka tahu membawa anak untuk sembuh dari muntaber, bukan justru timbul luka baru yang parah," tegasnya.
Menindaklanjuti koordinasi pada Selasa (31/3/2026), pihak rumah sakit akhirnya menjemput kembali pasien menggunakan ambulans untuk perawatan intensif.
Kondisi Terkini: Menanti Kepastian Tindakan
Hingga Kamis (2/4/2026), pasien telah berada kembali di rumah sakit untuk penanganan lanjutan.
Meski terdapat informasi mengenai rencana operasi, Rina menyatakan pihak keluarga belum mendapatkan penjelasan medis yang komprehensif mengenai prosedur tersebut.
"Infonya akan dioperasi, cuma operasi seperti apa kami belum dapat penjelasan medisnya. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang layak dan mendorong evaluasi total terhadap tenaga medis yang terlibat," pungkas Rina.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen rumah sakit dilaporkan masih melakukan evaluasi internal dan belum memberikan pernyataan resmi kepada publik maupun permohonan maaf kepada keluarga korban. (son)
Tag




